Kawanindonesia.web.id — Premiere School of Ballet memasuki usia ke-25 tahun dengan terus memperkuat komitmennya dalam membina dan mengembangkan talenta balet di Surabaya.
Di bawah kepemimpinan Sylvi Panggawean, ST, ARAD, TC, sekolah balet tersebut konsisten memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkembang, dan mencintai seni balet.
Momentum 25 tahun perjalanan Premiere School of Ballet semakin istimewa setelah sekolah tersebut menggelar pertunjukan spektakuler The Lion King di Gedung Cak Durasim, Surabaya, pada 1 Agustus 2026.
Sepekan setelah pertunjukan, Sylvi Panggawean tetap aktif mendampingi para penari di ruang latihan.
Ia tidak hanya mengajarkan teknik dasar dan keterampilan balet, tetapi juga mendorong para peserta didik membangun karakter serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan belajar mengajar, Sylvi mendapat dukungan dari sejumlah asisten, yakni Michelle, Zendy, Lita, Jasmine, dan Michael.
Mereka bersama-sama mendampingi para peserta dengan kemampuan dan usia yang beragam.The Lion King Warnai Perjalanan 25 TahunPertunjukan The Lion King menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan Premiere School of Ballet.
Pementasan tersebut menghadirkan pertunjukan kolosal yang memadukan kemampuan teknik balet dengan kekuatan cerita.
Premiere sebelumnya juga mengangkat sejumlah cerita populer ke dalam pertunjukan balet. Beberapa di antaranya Moana pada 2025, Shrek pada 2017, dan Mulan pada 2015.
Melalui berbagai produksi tersebut, Premiere menunjukkan keberaniannya mengemas cerita populer menjadi pertunjukan balet yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi para penari untuk mengembangkan kemampuan mereka di atas panggung.
Konsisten Membina Talenta BaletSelama seperempat abad, Premiere School of Ballet fokus mengembangkan seni balet di Surabaya, khususnya kawasan Surabaya Timur.
Sekolah tersebut kemudian memperluas jangkauan pembinaan hingga Surabaya Barat dan Malang.
Premiere membuka kesempatan belajar bagi peserta dengan rentang usia yang luas, mulai dari anak usia 2,5 tahun hingga pemula dewasa.
Perbedaan usia dan kemampuan tidak menjadi penghalang dalam proses pembelajaran.
Para pengajar menyesuaikan metode latihan dengan kemampuan masing-masing peserta sehingga setiap penari memiliki kesempatan untuk berkembang secara bertahap.
Sylvi terus menekankan pentingnya proses dalam membangun kemampuan seorang penari.
Menurutnya, balet bukan hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kedisiplinan, ketekunan, konsistensi, dan kecintaan terhadap seni.
Siapkan Generasi Penerus Perjalanan 25 tahun Premiere School of Ballet juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan seni balet di Surabaya dan sekitarnya.
Sylvi berharap para penari muda yang mendapatkan pembinaan di Premiere dapat membawa pengalaman dan keterampilan mereka ke masa depan.
Ia juga ingin generasi penerus tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi mampu melanjutkan tradisi dan semangat berkesenian kepada generasi berikutnya.
“Semoga kelak para generasi muda bisa mewarisi bakat ini dan meneruskannya pada generasi berikutnya,” ujar Sylvi.
Harapan tersebut menjadi bagian dari visi pembinaan yang terus dijalankan Premiere School of Ballet. Setelah 25 tahun perjalanan, sekolah ini tidak berhenti pada pencapaian pertunjukan, tetapi terus membuka ruang latihan dan pembelajaran bagi calon penari.
Terus Berkembang di Surabaya dan Malang Eksistensi Premiere School of Ballet selama 25 tahun menunjukkan konsistensi dalam membangun ekosistem seni balet.
Sekolah ini memberikan kesempatan kepada masyarakat dari berbagai usia untuk mengenal sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang balet.
Dengan dukungan para pengajar dan asisten, Premiere terus menjaga proses pembinaan agar berjalan berkesinambungan.
Bagi Sylvi Panggawean, perjalanan panjang tersebut bukan sekadar perayaan usia,Momentum 25 tahun menjadi pengingat untuk terus membangun talenta baru dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menemukan potensi mereka melalui seni balet.
Premiere School of Ballet beralamat di Manyar Tirtoasri XII No. 24, Surabaya, dan terus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mengenal serta mempelajari seni balet.(Geng)
