Jacob Ereste Dorong Pemerintah Gandeng Media Online untuk Perkuat Informasi Publik

Kawanindonesia.web.id– Jacob Ereste mendorong pemerintah memperkuat kemitraan dengan media online dan jurnalis berbasis internet untuk meningkatkan kualitas informasi publik.

Ia menilai perkembangan media digital memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah menyampaikan program, kebijakan, dan informasi kepada masyarakat secara cepat dan luas.

Jacob menyampaikan gagasan tersebut melalui tulisan berjudul “Memaknai Kemerdekaan Dalam Kerjasama Dengan Media Sosial Berbasis Internet Indonesia” yang ditulis di Banten, 5 Agustus 2026.

Menurut Jacob, jumlah jurnalis online yang terus bertambah menunjukkan besarnya potensi sumber daya media digital di Indonesia.

Pemerintah, kata dia, perlu memberikan perhatian agar potensi tersebut berkembang menjadi kekuatan yang mampu menghadirkan informasi yang sehat dan mencerdaskan masyarakat.

“Potensi jurnalis online berbasis internet patut mendapat perhatian pemerintah.

Jumlahnya yang berjubel merupakan potensi yang dapat dikembangkan agar jagat media online berbasis internet bisa lebih maksimal memberi manfaat untuk ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan sehat,” tulis Jacob.

Jacob menilai media online juga dapat membantu masyarakat menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital. Kehadiran jurnalis yang profesional, menurutnya, dapat ikut menekan penyebaran berita bohong atau hoaks sekaligus mendorong masyarakat bersikap lebih kritis dalam menerima informasi.

Ia melihat perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi ikut menggeser posisi media konvensional.

Masyarakat kini semakin banyak menggunakan platform digital karena mampu menyediakan informasi dan komunikasi secara cepat, praktis, serta mudah diakses.

Berbagai platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Telegram, Instagram, YouTube, dan TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Jacob menilai pemerintah dapat memanfaatkan perkembangan tersebut untuk memperluas publikasi berbagai program dan kegiatan kepada masyarakat.

Menurut dia, kerja sama pemerintah dengan media online tidak sebatas kegiatan publikasi. Pemerintah juga dapat menjadikan kemitraan tersebut sebagai bagian dari pembinaan untuk meningkatkan kualitas jurnalistik dan profesionalitas para pengelola media berbasis internet.

Jacob mendorong pemerintah memberikan ruang kepada media online untuk berkembang sesuai karakter dan model masing-masing.

Pada saat yang sama, jurnalis perlu terus meningkatkan kualitas karya agar mampu menghasilkan pemberitaan yang informatif, edukatif, kritis, dan bertanggung jawab.

“Kerjasama media online berbasis internet dengan segenap instansi pemerintah juga dapat diharap bisa menjadi bagian dari upaya pembinaan guna meningkatkan kualitas sajian media online berbasis internet,” tulisnya.

Jacob menilai gagasan kemitraan tersebut relevan dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah membangun hubungan yang sehat dengan media online untuk memperkuat keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang transparan mengenai berbagai kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah.

Karena itu, pemerintah perlu membangun pola komunikasi publik yang mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai kanal informasi yang saat ini mereka gunakan.

Jacob juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi bergerak sangat cepat. Pemerintah, media, dan masyarakat perlu beradaptasi agar tidak tertinggal oleh perubahan yang terus berlangsung.

Ia mendorong terciptanya persaingan yang sehat dalam pengelolaan media online dan media sosial.

Profesionalitas, kualitas informasi, serta tanggung jawab kepada publik menjadi aspek penting dalam membangun ekosistem media digital yang sehat.

Jacob juga membuka gagasan kerja sama antara media online dengan sektor swasta. Menurutnya, kemitraan lintas sektor dapat membantu media meningkatkan kualitas sekaligus memperluas manfaat informasi bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, media, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar mampu menghadapi perubahan zaman secara bersama-sama.

“Jika tidak ada kepedulian, perhatian serta terobosan jenial dari pemerintah untuk memposisikan media berbasis internet di Indonesia sebagai mitra, anak asuh, corong penerang jagat, maka selamanya eksistensi dari media sosial berbasis internet di Indonesia akan dirasakan sebagai duri dalam tubuh yang semestinya bisa lebih sehat dan kuat,” tulis Jacob.

Karena itu, Jacob berharap pemerintah melihat media online sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik. Kemitraan yang sehat dan profesional dapat membantu pemerintah menyampaikan informasi secara lebih luas sekaligus mendorong media menghasilkan pemberitaan yang berkualitas.

Bagi Jacob, kolaborasi pemerintah, media, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan.

Ia berharap kerja sama tersebut mampu membangun ekosistem informasi yang lebih terbuka, sehat, kritis, dan bermanfaat bagi masyarakat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait