Kawanindonesia.web.id – Aktivis dan penulis Jacob Ereste mendorong perubahan bangsa melalui nilai keberanian, kejujuran, serta semangat gotong royong dalam membangun kehidupan bernegara yang lebih adil dan berkeadaban.
Dalam pandangannya, Jacob menilai keberanian saja belum cukup untuk membawa perubahan besar.
Menurutnya, perjuangan membangun bangsa harus berjalan bersama dengan integritas, ketulusan dalam mengabdi, serta komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat.
Jacob menyampaikan bahwa tantangan pembangunan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut persoalan etika, moral, dan akhlak para penyelenggara negara maupun masyarakat.
Ia menilai gagasan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sebenarnya telah lama hadir melalui berbagai konsep pembangunan, termasuk gagasan ekonomi Pancasila yang menekankan nilai kebersamaan, keadilan sosial, dan semangat gotong royong.
Namun, Jacob melihat pelaksanaan berbagai program pembangunan masih menghadapi tantangan karena kepentingan pribadi maupun kelompok sering kali mengalahkan kepentingan bersama.
“Keberanian untuk membangun sistem ekonomi Indonesia yang kuat sebenarnya bukan tidak ada. Namun, keberanian tersebut harus berjalan bersama etika, moral, dan akhlak agar tidak menimbulkan kerusakan yang semakin besar,” ujar Jacob dalam keterangannya.
Jacob juga menyoroti pentingnya pengawasan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah.
Menurutnya, kritik publik bukan bentuk gangguan, melainkan bagian dari mekanisme demokrasi untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi rakyat.
Ia mencontohkan sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai program yang memiliki tujuan baik, tetapi tetap membutuhkan pengawasan agar pelaksanaannya berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Pengawasan dengan melakukan kritik merupakan bagian penting dari peran masyarakat. Pembangunan bangsa harus dilakukan bersama, meskipun tidak semua orang harus terlibat secara langsung dalam pekerjaan fisik pembangunan,” katanya.
Lebih lanjut, Jacob menegaskan bahwa cita-cita pembangunan nasional yang mengarah pada kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya menjadi konsep, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap jujur, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Jacob juga mengingatkan bahwa semangat gotong royong sebagai karakter bangsa harus kembali diperkuat di tengah perkembangan ekonomi global yang semakin kompetitif dan cenderung mendorong sikap individualisme.
“Bangsa ini membutuhkan manusia yang berani, bersih, jujur, serta ikhlas mengabdi. Perubahan tidak akan terjadi apabila perjuangan hanya didasarkan pada kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dan pemerintah dapat membangun kembali kepercayaan melalui tata kelola yang transparan, penguatan supremasi hukum, serta keberpihakan terhadap kesejahteraan rakyat.
Melalui gagasan tersebut, Jacob Ereste mengajak seluruh elemen bangsa menjaga semangat persatuan dan gotong royong sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Indonesia ke depan.(Kontributor Yacob)
