Kawanindonesia.web.id– Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jawa Timur menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) VI se-Eks Karesidenan Kediri di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Rabu (22/7/2026).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka langsung kegiatan tersebut.Dalam kesempatan itu, Vinanda mengajak seluruh keluarga besar BAMAG untuk terus memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.
Ia menilai keberagaman menjadi anugerah yang harus masyarakat rawat bersama melalui komunikasi, sikap saling menghormati, dan semangat kebersamaan.”Saya mengucapkan selamat datang dan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Musyawarah Kerja Wilayah BAMAG se-Eks Karesidenan Kediri.
Semoga forum ini menjadi ruang penuh hikmat untuk mempererat kebersamaan, memperkuat komitmen pelayanan, sekaligus merumuskan langkah-langkah terbaik bagi BAMAG ke depan,” ujar Vinanda.
Menurut Vinanda, masyarakat menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang. Kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan menciptakan kehidupan yang harmonis.
Ia juga mengapresiasi kontribusi BAMAG dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Menurutnya, BAMAG tidak hanya menjadi wadah kebersamaan gereja-gereja, tetapi juga berperan sebagai jembatan persaudaraan, penguat nilai kemanusiaan, serta mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan masyarakat.
“Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi seluruh keluarga besar BAMAG.
Berbagai pelayanan sosial, pembinaan umat, hingga keterlibatan dalam menjaga kerukunan antar umat beragama telah menjadi kontribusi nyata yang patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.
Vinanda kemudian mendorong BAMAG untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Ia menilai penguatan karakter generasi muda, peningkatan kepedulian sosial, serta penjagaan persatuan menjadi hal penting di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial.
Ia berharap BAMAG terus mengembangkan organisasi yang adaptif dan mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Vinanda mendorong BAMAG untuk memperkuat semangat toleransi dan memberikan teladan dalam membangun kehidupan yang rukun serta saling menghargai.
“Selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Muskerwil BAMAG se-Eks Karesidenan Kediri.
Mari jadikan forum ini sebagai ruang untuk saling mendengarkan, saling menguatkan, dan menyatukan langkah,” pungkasnya.
Vinanda optimistis Muskerwil VI BAMAG mampu menghasilkan keputusan dan program kerja yang berkualitas.
Ia berharap forum tersebut dapat mempererat persaudaraan antar gereja sekaligus meningkatkan kontribusi BAMAG dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan di wilayah se-Eks Karesidenan Kediri.
Sementara itu, Ketua BAMAG Provinsi Jawa Timur Pendeta Daniel Sugianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri yang terus memberikan perhatian terhadap pelayanan keagamaan, khususnya bagi gereja-gereja.
Daniel mengatakan kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut menunjukkan hubungan yang baik antara pemerintah dan umat beragama.
Ia menjelaskan bahwa Muskerwil tidak hanya menjadi forum untuk menyusun program kerja, tetapi juga menjadi momentum bagi BAMAG untuk melakukan evaluasi, memperkuat organisasi, menyelaraskan visi, dan menentukan langkah bersama.
“BAMAG adalah wadah kebersamaan gereja-gereja yang ada. Perbedaan tidak boleh menjadi penghalang, namun kita bisa bekerja sama dalam membangun Kota Kediri.
Bersatu bukan berarti harus seragam, namun bersatu harus saling menghormati,” ungkap Daniel.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus Plt Kepala Bakesbangpol Syamsul Bahri, Anggota DPRD Bambang Giantoro, Kepala Bagian Kesra Yono Heryadi, Ketua Korwil BAMAG Eks Karesidenan Kediri Pendeta Yosia Prasetyanto,
Ketua BAMAG Kota Kediri Filipus Suwarno, Ketua FKUB Moh. Salim, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Duha)

