Kawanindonesia.web.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam melindungi hak dan masa depan anak Indonesia. (21/07/26)
Momentum tersebut juga mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan transparansi dalam setiap kegiatan sosial yang melibatkan anak.Kontributor Eko Gagak menilai peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
Pemerintah, lembaga sosial, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat perlu menjadikan momentum tersebut sebagai ruang refleksi sekaligus mendorong aksi nyata untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya.
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli mengusung semangat perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Tahun 2026, peringatan tersebut mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Eko Gagak mengatakan masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak, mulai dari anak telantar, putus sekolah, kekerasan, hingga berbagai bentuk eksploitasi.
Karena itu, ia mendorong semua pihak untuk melihat Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat perlindungan anak secara berkelanjutan.
“Perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Kita tidak boleh menjadikan Hari Anak Nasional hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus mengisinya dengan langkah nyata yang memberikan manfaat langsung bagi anak,” kata Eko Gagak.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas setiap kegiatan sosial yang mengatasnamakan kepentingan anak.
Menurutnya, pihak penyelenggara harus menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai tujuan utama dan tidak memanfaatkan kondisi anak untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Eko Gagak menyoroti sejumlah potensi penyimpangan dalam kegiatan sosial yang melibatkan anak.
Oknum tertentu dapat mengeksploitasi penderitaan anak untuk menarik simpati donatur, mengubah kegiatan sosial menjadi sarana mencari keuntungan, atau memanfaatkan anak untuk kepentingan lain yang tidak berkaitan dengan perlindungan anak.
Karena itu, ia mendorong pemerintah, perusahaan, donatur, dan masyarakat melakukan pengawasan secara bersama-sama. Setiap pihak yang mengelola bantuan atau dana sosial perlu menyampaikan rincian penggunaan anggaran secara terbuka.
“Transparansi harus menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan sosial. Penyelenggara perlu membuat rincian anggaran yang jelas dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan dana,” ujarnya.
Selain transparansi anggaran, Eko Gagak mendorong lembaga atau organisasi yang menjalankan program perlindungan anak untuk menjaga konsistensi kegiatan.
Ia menilai masyarakat dapat melihat komitmen sebuah organisasi melalui keberlanjutan program, pendampingan terhadap anak, serta manfaat nyata yang mereka berikan kepada kelompok yang membutuhkan.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk eksploitasi anak.
Jika masyarakat menemukan dugaan penyalahgunaan kegiatan sosial atau tindakan yang merugikan anak, mereka dapat melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Eko Gagak berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 dapat mendorong seluruh pihak untuk memperkuat perlindungan anak secara nyata.
Menurutnya, anak membutuhkan lingkungan yang aman, pendidikan yang layak, kasih sayang, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang tanpa ancaman kekerasan maupun eksploitasi.
“Momentum Hari Anak Nasional harus mengingatkan kita bahwa anak memiliki hak yang harus kita lindungi.
Mari lindungi haknya, dengarkan suaranya, dan dukung tumbuh kembangnya,” pungkas Eko Gagak.
Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu membangun komitmen bersama agar setiap kegiatan yang membawa nama kepentingan anak benar-benar memberikan manfaat dan tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Dengan transparansi dan pengawasan yang kuat, peringatan Hari Anak Nasional diharapkan mampu melahirkan gerakan nyata untuk membangun masa depan anak Indonesia yang lebih baik.(Red)

