Kawanindonesia.web.id– Grup seni Teater Jiwa Jakarta akan mementaskan monolog teater bertajuk “Di Balik Langit Gaza” di Gedung Sawunggaling, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada Minggu (5/7/2026).
Pertunjukan yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya ini mengusung pesan kemanusiaan sekaligus mengajak masyarakat memperkuat solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Monolog tersebut mengangkat kisah nyata dr. Yumna, seorang dokter perempuan di Jalur Gaza yang tetap menjalankan tugas kemanusiaannya di tengah konflik dan kehancuran akibat perang.
Melalui kisah tersebut, Teater Jiwa Jakarta ingin menghadirkan potret keteguhan, pengorbanan, dan harapan yang terus hidup di tengah situasi sulit.
Pementasan dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB. Selain pertunjukan monolog, panitia juga menghadirkan sesi diskusi pementasan dan pembacaan puisi sebagai ruang refleksi sekaligus memperdalam pemahaman masyarakat terhadap isu-isu kemanusiaan di Palestina.
Naskah sekaligus penyutradaraan pertunjukan digarap oleh Adipatilawe. Sementara itu, Firly RJ dipercaya sebagai pemeran utama yang akan menghidupkan sosok dr. Yumna di atas panggung.
Pementasan juga didukung oleh Arul Lamandau, Liza Karmina, Lintang, H. Joshua, dan Dr. Arif Hidajad.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Teater Jiwa Jakarta, Laboratorium Seni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa, Pelaku Teater Indonesia, serta mitra kemanusiaan Adara Relief International.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas pesan kemanusiaan melalui media seni pertunjukan.
Penyelenggara menegaskan bahwa pementasan tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian publik terhadap kondisi masyarakat Palestina.
Melalui kisah yang disajikan, penonton diajak memahami nilai kemanusiaan, empati, dan pentingnya menjaga harapan di tengah konflik.
Dalam ajakan resminya, panitia menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat menjadi bentuk dukungan moral bagi rakyat Palestina.
“Kehadiran Anda adalah bentuk solidaritas,” demikian pesan yang disampaikan penyelenggara.
Panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk menyaksikan pertunjukan ini secara gratis.
Selain menikmati sajian seni teater, pengunjung juga dapat mengikuti diskusi dan pembacaan puisi yang diharapkan mampu memperkuat semangat kemanusiaan dan solidaritas lintas bangsa.(Geng)

