Diskusi Rutin GMRI Berlanjut di Kediaman Prof. Ana Mariana, Bahas Penguatan Nilai Spiritual dan Kebangsaan

Kawanindonesia.web.id– Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia melanjutkan agenda diskusi rutin dua kali dalam sepekan yang digelar di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan pada 1 Juni 2026.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai namun penuh gagasan mengenai penguatan nilai spiritual, kebangsaan, dan kebudayaan.Diskusi diawali di Sekretariat GMRI, Jalan Ir. H. Juanda No. 4A, Jakarta Pusat.

Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Joyo Yudhantoro bersama rombongan, yang turut berbincang mengenai makna peringatan Hari Lahir Pancasila.

Para peserta menekankan bahwa Pancasila tidak hanya dipahami sebagai slogan, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Usai pertemuan tersebut, rombongan melanjutkan diskusi ke kediaman Prof. Dr. Ana Mariana, SH., MH., M.BA di kawasan Puri Ampera, Ragunan, Jakarta Selatan.

Diskusi berlanjut hingga larut malam dengan suasana dialog yang dinamis dan penuh pertukaran gagasan.Sejumlah tokoh turut memperkaya diskusi, di antaranya Dr. Tjokorda Agung Kesumayudha, SH., M.Sc. dan Gus Hery Haryanto Azumi.

Mereka membahas pentingnya penguatan spiritualitas dalam kehidupan sosial serta perlunya diplomasi spiritual global sebagai respons terhadap tantangan zaman.

Para peserta juga menyoroti nilai-nilai kearifan lokal seperti Tri Hita Karana dan Tri Tangtu Tunggal Buana yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan sebagai fondasi etika, moral, dan akhlak dalam kehidupan modern.

Diskusi turut menyinggung peran budaya Nusantara yang tercermin dalam karya seni dan simbol kebangsaan,

termasuk upaya pelestarian nilai budaya yang dilakukan oleh berbagai tokoh seni dan masyarakat.Prof.

Ana Mariana sebagai anggota DPR RI juga aktif memberikan pandangan dalam diskusi tersebut.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara spiritualitas, kebudayaan, dan kehidupan berbangsa.

Para peserta sepakat untuk memperluas gerakan kesadaran spiritual sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa.

Gerakan ini diharapkan menjadi dasar dalam membangun peradaban yang beretika, bermoral, dan berakhlak mulia.

Diskusi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengembangkan forum intelektual dan spiritual sebagai ruang dialog kebangsaan yang terbuka dan berkelanjutan.(Kontributor yacob)

Berita Terkait