Kawanindonesia.web.id– Rencana Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia setelah kondisi kesehatannya pulih mendapat beragam tanggapan dari masyarakat dan pengamat.
Selain dikaitkan dengan dinamika politik menjelang Pemilu 2029, agenda tersebut juga dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.(30/05/26)
Pengamat sosial dan penulis, Jacob Ereste, menilai kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah tidak hanya memiliki nilai politik, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, setiap kegiatan berskala besar yang melibatkan mobilitas orang dan penyelenggaraan acara akan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
“Setiap kunjungan tokoh nasional ke daerah pasti melibatkan berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi hingga jasa pendukung lainnya.
Semua itu akan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Jacob Ereste dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa pelaku usaha kecil, pedagang makanan, penyedia jasa transportasi, pelaku UMKM, hingga sektor perhotelan dapat merasakan manfaat langsung dari kegiatan yang menghadirkan banyak orang dalam satu lokasi.
Menurut Jacob, kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan membutuhkan banyak stimulus dari berbagai sektor. Karena itu, setiap kegiatan yang mampu menciptakan pergerakan ekonomi layak mendapat perhatian, selama dilaksanakan sesuai aturan dan tidak membebani keuangan negara.
Rencana Jokowi untuk menyambangi berbagai daerah muncul setelah mantan kepala negara tersebut menyatakan kesiapannya memenuhi undangan masyarakat, relawan, serta kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sejumlah wilayah setelah kesehatannya membaik.
Sejumlah pengamat politik menilai agenda tersebut juga memiliki dimensi konsolidasi politik menjelang Pemilu 2029. Namun Jacob menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melihatnya hanya dari sudut pandang politik semata.
Ia menilai kehadiran tokoh nasional di tengah masyarakat dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat yang saat ini menghadapi tekanan ekonomi.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya bantuan material, tetapi juga semangat dan optimisme untuk bangkit menghadapi situasi ekonomi yang tidak mudah,” katanya.
Jacob juga menyoroti kondisi sebagian masyarakat kelas menengah yang mulai menghadapi kesulitan ekonomi. Ia melihat semakin banyak aset yang ditawarkan untuk dijual, sementara sejumlah pelaku usaha terpaksa mengurangi aktivitas bisnis akibat menurunnya daya beli masyarakat.
Dalam kondisi tersebut, lanjutnya, berbagai kegiatan yang mampu menciptakan perputaran uang di daerah dapat menjadi salah satu faktor pendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Jacob menilai jika agenda kunjungan Jokowi memang akan dilaksanakan secara luas ke berbagai daerah, maka persiapan yang matang perlu segera dilakukan. Selain memberi manfaat politik bagi pihak tertentu, kegiatan tersebut juga berpeluang menciptakan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah yang dikunjungi.
“Jika tujuan kunjungan itu untuk bertemu masyarakat, memberikan motivasi, sekaligus membangun jaringan organisasi dan politik, maka semakin cepat dilakukan tentu semakin baik. Dampak ekonominya juga bisa lebih cepat dirasakan masyarakat,” pungkas Jacob Ereste.(Kontributor Yacob )

