kawanindonesia web.id – Jurnalis dan penulis lepas Jacob Ereste menyoroti maraknya teror digital serta aktivitas buzzer di media sosial yang dinilainya semakin mengganggu komunikasi dan konsentrasi publik.
Dalam keterangannya, Jacob mengungkapkan bahwa selama dua pekan terakhir dirinya mengalami berbagai gangguan yang menyebabkan aktivitas komunikasi menjadi tersendat.
Jacob menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi sejak akhir April hingga penghujung Mei 2026.
Kondisi itu bahkan memaksanya mengganti sejumlah nomor kontak WhatsApp karena mengalami kerusakan dan gangguan yang terus berulang.
Meski demikian, Jacob memilih untuk menyikapi persoalan tersebut secara tenang.
Ia menganggap berbagai gangguan yang terjadi sebagai bagian dari dinamika yang harus dihadapi dengan sikap bijak dan tidak emosional.
“Saya tidak ingin menganggapnya sebagai masalah besar. Yang terpenting adalah tetap menjaga fokus dan tidak mudah terpancing oleh berbagai gangguan yang muncul di media sosial,” ujarnya.
Jacob juga menilai adanya pola tertentu yang membuatnya semakin yakin bahwa berbagai upaya pengalihan perhatian publik sedang berlangsung secara terstruktur.
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sikap kritis dalam menyikapi setiap informasi yang beredar di ruang digital.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh mudah terjebak dalam narasi yang sengaja diciptakan untuk memancing perdebatan atau kegaduhan.
Sebaliknya, publik harus tetap memberikan perhatian pada berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Selain menyoroti fenomena buzzer, Jacob juga mengajak masyarakat untuk mencermati berbagai isu penting yang berkembang di tingkat nasional,
termasuk persoalan ekonomi dan kondisi sosial yang membutuhkan perhatian bersama.
Menurutnya, maraknya aktivitas buzzer di berbagai platform media sosial sering kali membuat ruang diskusi publik menjadi kurang sehat.
Karena itu, pengguna media sosial harus mampu memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Jacob berharap masyarakat dapat menggunakan media sosial secara lebih bijak dan produktif.
Ia juga meminta para relasi serta pembacanya untuk memahami apabila komunikasi yang dilakukan belakangan ini mengalami keterlambatan akibat berbagai gangguan yang terjadi.
Sebagai jurnalis freelance dan penulis lepas, Jacob menegaskan bahwa ketenangan dan kejernihan berpikir menjadi faktor penting dalam menjalankan profesinya. Oleh karena itu,
ia memilih untuk tetap fokus berkarya serta tidak larut dalam berbagai gangguan yang muncul di ruang digital.
“Yang paling penting adalah tetap menjaga akal sehat, bersikap kritis, dan tidak mudah terjebak dalam kegaduhan yang dapat mengalihkan perhatian dari persoalan yang lebih penting,” pungkasnya.(Kontributor yacob)

