Kawanindonesia.web.id — Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan etika peliputan dan jurnalistik yang digelar di kantor dinas, Senin (4/5/2026).
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan era digital yang menuntut kecepatan sekaligus akurasi dalam penyebaran informasi.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa setiap aparatur kini memiliki peran strategis sebagai produsen informasi.
Ia mendorong seluruh jajaran untuk menjaga profesionalisme agar konten yang dipublikasikan tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi.
Ia menekankan bahwa kualitas informasi harus berjalan seiring dengan etika.
Menurutnya, setiap konten yang disampaikan kepada publik harus akurat, berimbang, serta mampu mencerminkan citra positif pemerintah.
Sherlita juga memanfaatkan pelatihan ini sebagai ruang evaluasi bersama.
Ia mengajak peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman lapangan, dan memperbaiki kualitas peliputan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, menegaskan bahwa etika menjadi fondasi utama dalam praktik jurnalistik maupun kehumasan.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap, penampilan, serta cara berkomunikasi saat bertugas di lapangan.
Menurutnya, profesionalitas tidak hanya diukur dari hasil liputan, tetapi juga dari proses dan integritas individu dalam menjalankan tugas.
Ia mengajak peserta untuk menjunjung tinggi etika demi menjaga kepercayaan publik.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai bidang di lingkungan Kominfo Jatim, khususnya yang terlibat dalam peliputan dan produksi konten.
Materi yang disampaikan mencakup peran sebagai representasi institusi, peningkatan kualitas peliputan, serta penguatan etika dan profesionalitas di era digital.
Melalui kegiatan ini, Kominfo Jatim menargetkan peningkatan kapasitas SDM yang mampu menghasilkan konten informatif, profesional, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.(Bagas)

