Keterangan foto:Ketegangan meningkat di Selat Hormuz saat Iran klaim memantau aktivitas armada militer AS.
Kawanindonesia.web.id– Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran menyampaikan klaim bahwa mereka memantau aktivitas armada militer Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tensi antara Teheran dan Washington terkait keamanan jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu rute vital distribusi energi dunia.
Iran mengklaim bahwa sistem pengawasan dan pertahanan mereka terus mengikuti pergerakan kapal perang AS di kawasan strategis itu.
Salah satu kapal yang kerap disebut dalam ketegangan tersebut adalah USS Abraham Lincoln, yang sebelumnya juga beberapa kali dikaitkan dengan insiden dan klaim saling serang di kawasan Teluk dan Laut Arab.
Sejumlah pejabat militer Iran, termasuk Mohsen Rezaei, dalam berbagai pernyataan sebelumnya menegaskan bahwa kemampuan pertahanan Iran telah disiapkan untuk mengantisipasi setiap potensi ancaman di sekitar Selat Hormuz.
Namun, klaim terbaru tersebut belum mendapatkan konfirmasi independen dari pihak Amerika Serikat.
Di sisi lain, Angkatan Laut Amerika Serikat tetap melanjutkan operasi patroli rutin di kawasan tersebut sebagai bagian dari misi pengamanan jalur perdagangan internasional dan kebebasan navigasi.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia karena dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.
Karena itu, setiap eskalasi di kawasan ini kerap memicu perhatian internasional dan berdampak pada stabilitas pasar energi.
Hingga saat ini, belum terdapat indikasi konfrontasi langsung di lapangan,
namun kedua pihak masih saling menunjukkan sikap waspada di tengah situasi yang dinilai belum stabil.(Red)
