Keterangan foto:Warga sipil di Puncak Papua menjalani perawatan di tengah meningkatnya ketegangan konflik.
Kawanindonesia.web.id– Ketegangan kembali meningkat di wilayah Kabupaten Puncak, Papua, menyusul klaim dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terkait dampak operasi militer yang berlangsung pada 13–15 April 2026.
Dalam siaran pers tertanggal 19 April 2026, TPNPB menyoroti kondisi warga sipil yang disebut terdampak langsung oleh rangkaian operasi tersebut.
Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan bahwa pihaknya mendesak pemerintah Indonesia untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap warga sipil,
khususnya perempuan dan anak-anak yang berada di wilayah konflik.
Ia juga meminta aparat keamanan menghentikan seluruh aktivitas militer di fasilitas kesehatan.
Menurut TPNPB, sejumlah warga sipil mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Dalam pernyataannya, mereka menekankan bahwa rumah sakit harus tetap netral dan bebas dari aktivitas militer agar proses pengobatan berjalan aman tanpa tekanan.
TPNPB juga meminta pemerintah melalui Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
untuk menjamin pembiayaan pengobatan bagi korban hingga pulih sepenuhnya.
Mereka menilai negara memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan dan pemulihan warga terdampak konflik.
Selain itu, TPNPB menyoroti pentingnya penghormatan terhadap prinsip kemanusiaan dalam situasi konflik bersenjata,
termasuk perlindungan tenaga medis dan pasien di fasilitas kesehatan.
Mereka mengingatkan agar semua pihak mematuhi aturan yang melarang penggunaan rumah sakit sebagai bagian dari aktivitas militer.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim dan tuntutan yang disampaikan TPNPB.
Pihak aparat keamanan sebelumnya kerap menyatakan bahwa operasi yang dilakukan bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan menindak kelompok bersenjata di wilayah Papua.
Situasi di Kabupaten Puncak sendiri dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan masih fluktuatif.
Warga di sejumlah titik memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman akibat meningkatnya intensitas konflik.
Berbagai pihak berharap situasi segera mereda dan seluruh pihak mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil
serta menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dalam setiap tindakan di lapangan.(Red)
