Dugaan Penipuan Libatkan Oknum DPRD Padangsidimpuan, Korban Tuntut Keadilan

Keterangan foto:Sejumlah korban dugaan penipuan menyampaikan tuntutan keadilan melalui surat terbuka kepada media.

Kawanindonesia web.id – Sejumlah korban dugaan penipuan yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Kota Padangsidimpuan menyuarakan tuntutan keadilan kepada publik.

Mereka menyampaikan keluhan melalui surat terbuka kepada media nasional dan lokal pada Senin (20/4/2026),

setelah mengaku mengalami kerugian sejak 2021.
Para korban menyebut seorang anggota DPRD berinisial SHL bersama suaminya RL diduga menjalankan skema yang merugikan puluhan orang.

Mereka menilai pelaku menggunakan pendekatan personal untuk membangun kepercayaan sebelum menawarkan berbagai janji keuntungan.


Korban menjelaskan bahwa pelaku menawarkan skema investasi, bagi hasil, hingga jaminan pelunasan pinjaman dalam waktu singkat.

Dalam prosesnya, korban diarahkan untuk mengajukan pinjaman ke bank dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.


Setelah dana cair, korban menyerahkan uang tersebut kepada pihak terduga pelaku dengan harapan akan dikelola sebagai modal usaha.

Namun, para korban mengaku tidak pernah menerima keuntungan maupun kejelasan terkait penggunaan dana tersebut.


Korban juga menyatakan bahwa janji pengembalian dalam waktu tiga hingga enam bulan tidak pernah terealisasi.

Komunikasi dengan pihak terduga pelaku disebut semakin tidak jelas, bahkan cenderung menghindar.


Akibat kejadian tersebut, para korban menghadapi tekanan ekonomi yang berat.

Mereka harus membayar cicilan pinjaman dalam jangka panjang, sementara sebagian keluarga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga berdampak pada pendidikan anak.


Para korban menegaskan bahwa mereka telah menempuh jalur resmi dengan melaporkan kasus ini ke Komisi III DPR RI serta Dewan Pimpinan Pusat partai terkait.

Namun hingga kini, mereka mengaku belum menerima tindak lanjut yang konkret.


Melalui pernyataan terbuka tersebut, para korban mendesak aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah tegas.

Mereka juga meminta media untuk mengawal kasus ini agar berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi para korban.


Para korban menilai kasus ini bukan sekadar kegagalan bisnis, melainkan dugaan tindakan sistematis yang menyebabkan kerugian besar dan menghancurkan kehidupan banyak keluarga.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebutkan dalam laporan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.(Bint)

Berita Terkait