Insiden Peluru Nyasar, Pasmar 2 Akan Melakukan Investigasi dan Melakukan Tindakan Terbaik untuk Korban

Keterangan foto:Mayor Jenderal TNI Mar Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr. komandan Pasmar 2, saat memberi keterangan pers

Kawanindonesia.web.id– Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden peluru nyasar yang menimpa siswa di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur.

Selain itu, Pasmar 2 juga berkomitmen memberikan penanganan terbaik bagi para korban.

Komandan Pasmar 2, Oni Junianto, menegaskan bahwa pihaknya terus mendalami kasus tersebut melalui serangkaian langkah teknis dan hukum.

Ia menyatakan investigasi akan diperkuat dengan uji balistik untuk mengetahui secara pasti asal dan jangkauan peluru.

“Kasus ini masih dalam pemeriksaan. Kami akan melakukan uji tembak untuk memastikan jangkauan peluru serta sumbernya,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Sejak awal kejadian, Pasmar 2 langsung memberikan bantuan kepada korban berupa pengobatan, perawatan medis, hingga santunan.

Pihaknya memastikan seluruh kebutuhan korban menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca insiden.

Selain itu, Pasmar 2 juga meningkatkan komunikasi dengan pihak keluarga korban guna memastikan proses penyelesaian berjalan secara terbuka dan adil.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab institusi terhadap masyarakat.

Untuk memperkuat hasil investigasi, Pasmar 2 menggandeng PT Pindad (Persero) dalam pelaksanaan uji balistik.

Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan data teknis yang akurat sebagai dasar pengambilan kesimpulan.

Pasmar 2 juga melibatkan sejumlah ahli independen untuk memberikan analisis objektif terkait insiden tersebut,

termasuk dalam mengevaluasi standar keselamatan latihan militer yang selama ini diterapkan.

Proses hukum atas kasus ini tetap berjalan melalui Polisi Militer Angkatan Laut.

Pasmar 2 menegaskan keterbukaannya terhadap setiap langkah hukum yang diambil,

termasuk jika pihak korban menempuh jalur hukum.Insiden peluru nyasar terjadi pada Rabu (17/12/2025)

saat kegiatan belajar berlangsung di sekolah yang berlokasi sekitar 2,3 kilometer dari lapangan tembak TNI AL.

Dua siswa dilaporkan menjadi korban dan langsung mendapatkan perawatan medis.

Ke depan, Pasmar 2 berkomitmen meningkatkan standar keamanan dalam setiap latihan militer guna mencegah kejadian serupa.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga keselamatan masyarakat di sekitar area latihan.(,geng)

Berita Terkait