Kawanindonesia.web.id// Kondisi nilai moral di tengah masyarakat dinilai semakin mengalami pergeseran.
Sejumlah pengamat menilai, melemahnya komitmen dan konsistensi individu menjadi salah satu faktor utama yang memicu krisis etika dalam kehidupan sosial saat ini.
Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran Jacob Ereste yang menekankan pentingnya komitmen sebagai fondasi utama dalam menjaga etika, moral, dan akhlak mulia.
Ia menilai, komitmen bukan sekadar janji, melainkan sikap hidup yang mencerminkan integritas seseorang.
Menurutnya, fenomena berpalingnya seseorang dari nilai atau kelompok yang sebelumnya diyakini sering kali dilandasi oleh kepentingan pribadi.
Perubahan sikap tersebut tidak jarang menimbulkan kekecewaan hingga dianggap sebagai bentuk pengkhianatan oleh pihak yang ditinggalkan.
“Komitmen dan konsistensi menjadi ukuran utama dalam menilai kualitas moral seseorang,” menjadi garis besar pandangan yang disampaikan dalam refleksinya.
Ia juga menyoroti realitas sosial di mana praktik ketidakjujuran, ingkar janji, hingga penyalahgunaan kepercayaan semakin sering terjadi.
Bahkan, dalam konteks kepemimpinan publik, sumpah jabatan dinilai kerap hanya menjadi formalitas tanpa diiringi tanggung jawab moral yang kuat.
Selain itu, derasnya arus modernisasi dan pengaruh kapitalisme disebut turut mendorong perubahan orientasi nilai dalam masyarakat.
Kepentingan individu dinilai lebih dominan dibandingkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.
Dalam situasi tersebut, komitmen dinilai menjadi pilar utama yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan nilai-nilai kolektif.
Tanpa komitmen yang kuat, etika dan moral berpotensi terus tergerus oleh berbagai kepentingan pragmatis.
Para pengamat mengingatkan pentingnya membangun kembali kesadaran moral di tengah masyarakat,
“baik melalui pendidikan, keteladanan, maupun penguatan nilai-nilai spiritual.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa integritas tetap menjadi landasan dalam setiap aspek kehidupan.
Dengan demikian, komitmen tidak hanya menjadi prinsip pribadi, tetapi juga menjadi kebutuhan bersama dalam menjaga kualitas kehidupan sosial yang beretika dan berkeadaban.(Kontributor banten yacob)
