Cuaca Ekstrem Sebabkan Atap Sekolah di Malang Ambruk, Dindik Lakukan Evaluasi

Keterangan foto:Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, turun langsung meninjau kondisi bangunan yang terdampak.

Kawanindonesia.web.id– Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Malang menyebabkan atap tiga ruang kelas di SMKN 1 Ampelgading ambruk pada Sabtu (28/3) malam.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini mengakibatkan kerusakan berat pada fasilitas belajar siswa.(07/04/26)


Pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan lokasi kejadian dan mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke ruang alternatif seperti laboratorium dan aula.

Upaya ini dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa gangguan berarti.


Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, turun langsung meninjau kondisi bangunan yang terdampak.

Ia menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur sekolah.


“Kami memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung. Di sisi lain, kami melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan perbaikan secara menyeluruh,” ujarnya.


Aries menjelaskan, tiga ruang kelas yang terdampak yakni XI APHP 1, XI APHP 2, dan XI APHP 3 mengalami kerusakan parah setelah seluruh bagian atap runtuh.

Sejumlah meja dan kursi turut rusak akibat tertimpa material bangunan.


Tim dari BPBD Kabupaten Malang bersama warga setempat bergerak cepat membersihkan puing-puing bangunan melalui kerja bakti.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses perbaikan yang ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan.


Menurut laporan di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama ambruknya atap.

Sebelum runtuh, genteng dilaporkan jatuh satu per satu hingga rangka atap berbahan galvalum tidak lagi mampu menahan beban.


Pasca kejadian, pihak sekolah memasang pembatas di sekitar lokasi, mematikan aliran listrik, serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk mencegah risiko lanjutan.


Selain di Malang, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga mencatat dampak cuaca ekstrem di SMAN 1 Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Longsor terjadi di area dekat sekolah akibat curah hujan tinggi, meski tidak menimbulkan korban jiwa.


Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Jawa Timur akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah di berbagai daerah guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.(Bagas)

Berita Terkait