Keterangan foto:Suasana resepsi pernikahan Mardawaning–Nizar di Kalibata yang sempat viral akibat undangan disalahartikan.
Kawanindonesia.id – Pernikahan Mardawaning dengan Muhammad Nizar yang digelar di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, menjadi perbincangan hangat setelah undangan resepsi disebut-sebut disalahartikan oleh sejumlah tamu.
Acara yang berlangsung pada Minggu (5/4/2026) itu pun viral di kalangan sahabat dan kerabat.
Putri dari Joyo Yudhantoro yang akrab disapa Pakde Toro tersebut melangsungkan akad nikah dengan khidmat,
“sebelum dilanjutkan dengan resepsi yang digelar di lebih dari satu lokasi.
Konsep acara beruntun ini justru memicu kebingungan bagi sebagian undangan yang ingin menghadiri seluruh rangkaian kegiatan.
Sejumlah tamu mengaku salah menafsirkan informasi yang tertera dalam undangan.
Mereka mengira seluruh rangkaian acara berlangsung dalam satu lokasi dan waktu yang sama,
padahal pihak keluarga memberikan opsi kehadiran di beberapa titik resepsi.
Di tengah momen bahagia tersebut, Pakde Toro justru memilih menjalankan tanggung jawab lain.
Ia mengurus prosesi pemakaman saudara angkatnya yang meninggal dunia pada waktu yang hampir bersamaan dengan acara pernikahan putrinya.
Keputusan ini dinilai tidak lazim, namun telah dipahami oleh kalangan terdekatnya.
Dalam lingkungan GMRI, Pakde Toro dikenal sebagai sosok yang memegang kuat nilai sosial dan spiritual.
Sikapnya yang mengedepankan tanggung jawab kemanusiaan bahkan di tengah hajatan keluarga besar menjadi sorotan tersendiri.
Meski sempat menimbulkan salah tafsir, resepsi pernikahan tetap berlangsung meriah.
Sejumlah karangan bunga ucapan selamat menghiasi lokasi acara, termasuk kiriman dari Sunarjo Sumargono yang berhalangan hadir.
Peristiwa ini menjadi cerita unik di balik sebuah pernikahan, yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan,
tetapi juga dinamika komunikasi serta perbedaan persepsi di antara para undangan.(Kontributor banten yacob)
