Vania Amanda VyaraMahasiswa Destinasi Pariwisata Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Online review Google Maps memengaruhi keputusan wisatawan berkunjung.

Kawanindonesia.web.id Perkembangan teknologi digital membuat cara wisatawan mencari informasi sebelum berkunjung menjadi semakin mudah.

Salah satu platform yang banyak digunakan adalah Google Maps. Platform ini tidak hanya membantu pengguna menemukan lokasi dan rute perjalanan, tetapi juga menyediakan informasi seperti foto, jam operasional, fasilitas, harga, rating, dan ulasan dari pengunjung sebelumnya.

Bagi calon wisatawan, berbagai informasi tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi suatu destinasi sebelum mereka datang secara langsung.

Pengalaman yang dibagikan melalui ulasan juga memungkinkan seseorang mengetahui pengalaman pengunjung lain tanpa harus mengalaminya terlebih dahulu.

Ulasan pada Google Maps dapat dilihat sebagai salah satu bentuk electronic word of mouth (e-WOM) karena berisi pengalaman dan pendapat yang dibagikan melalui media digital.

Dalam konteks pariwisata, e-WOM sendiri dapat menjadi sumber informasi yang memengaruhi minat dan keputusan berkunjung.

Penelitian Khotimah dan Sulistyowati (2022) menunjukkan bahwa e-WOM memiliki pengaruh signifikan terhadap minat dan keputusan berkunjung wisatawan pada wisata sejarah di Surabaya.

Hal serupa juga terlihat dalam penelitian Marini et. al. (2022) yang menemukan bahwa dimensi e-WOM secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan.

Penggunaan Google Maps sebelum melakukan kunjungan juga terlihat dari hasil wawancara dengan enam responden.

Informasi yang dicari cukup beragam sesuai kebutuhan masing-masing. Beberapa responden menggunakan Google Maps untuk mengetahui lokasi, rute, jarak, dan waktu perjalanan. Sementara lainnya lebih memperhatikan foto tempat, jam operasional, fasilitas, harga tiket masuk, hingga menu yang tersedia.

Ada pula yang menggunakan Google Maps karena belum mengetahui rute menuju suatu tempat, seperti pengalaman saat mencari jalan menuju Klurak Ecopark, Mojokerto.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Google Maps tidak hanya digunakan sebagai petunjuk arah, tetapi juga menjadi sumber informasi awal yang membantu calon pengunjung mempersiapkan kunjungannya.

Ulasan dan rating menjadi salah satu informasi yang cukup sering diperhatikan oleh calon sebelum menentukan kunjungan.

Sebagian responden mengaku rutin membaca ulasan dan melihat rating, terutama ketika belum pernah datang ke tempat tersebut.

Namun, ada pula yang tidak selalu membaca ulasan sehingga tingkat perhatiannya tidak sama.

Bagi sebagian orang, rating dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi suatu destinasi.

Di lain sisi ulasan juga dapat memberikan informasi yang lebih rinci berdasarkan pengalaman pengunjung sebelumnya.

Dengan adanya kedua informasi tersebut, calon pengunjung dapat memperoleh gambaran mengenai tempat yang akan didatangi sebelum melihat kondisinya secara langsung.

Besarnya pengaruh ulasan terhadap keputusan berkunjung juga berbeda-beda.

Ada responden yang memperkirakan pengaruhnya sekitar 40 hingga 50%, sementara ada yang memberikan nilai 7 dari 10. Di sisi lain, terdapat responden yang menganggap ulasan daring sebagai salah satu penentu utama dalam menilai kualitas dan kelayakan suatu destinasi.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa ulasan daring memang menjadi bahan pertimbangan, tetapi tidak selalu memiliki tingkat pengaruh yang sama bagi setiap orang.

Jarak, harga, fasilitas, suasana, motivasi, serta kebutuhan pribadi tetap menjadi faktor lain yang ikut dipertimbangkan ketika menentukan tujuan kunjungan.

Pengaruh ulasan positif dapat dilihat dari beberapa pengalaman yang disampaikan. Ada yang memutuskan mengunjungi suatu tempat setelah menemukan banyak ulasan positif dan foto yang menarik di Google Maps.

Pengalaman lainnya terjadi ketika seseorang mencari kafe untuk bersantai dan menemukan tempat dengan suasana sejuk serta harga menu yang sesuai melalui Google Maps.

Ada pula pengalaman mengunjungi tempat yang cukup terpencil karena ulasan positif mengenai suasana dan kualitas kulinernya.

Salah satu responden juga memilih destinasi Kebun Raya Purwodadi dengan mempertimbangkan harga tiket, kenyamanan, suasana alam, serta pengalaman edukasi yang ditawarkan.

Bagi calon pengunjung, pengalaman positif dari orang lain dapat menjadi alasan tambahan untuk mencoba sebuah destinasi yang sebelumnya belum mereka kenal.

Sebaliknya, ulasan negatif juga dapat memengaruhi keputusan untuk berkunjung. Beberapa responden mengaku pernah mengubah atau bahkan membatalkan rencana setelah menemukan ulasan yang kurang baik.

Keluhan yang muncul secara berulang seperti pelayanan yang buruk, tempat yang tutup, fasilitas yang tidak sesuai, kondisi yang tidak nyaman, atau tempat yang berbeda dari foto, dapat membuat calon pengunjung mempertimbangkan destinasi lain.

Bahkan, terdapat responden yang mengaku cukup sering mengubah rencana setelah membaca ulasam negatif di Google Maps.

Keluhan yang terus muncul dalam beberapa ulasan membuat calon pengunjung lebih berhati-hati sebelum mengeluarkan waktu dan biaya untuk mendatangi suatu tempat.

Kepercayaan terhadap ulasan juga tidak muncul hanya karena sebuah destinasi memiliki banyak komentar atau rating tinggi. Ulasan yang disertai foto atau video, menjelaskan pengalaman secara detail, dan sesuai dengan kondisi tempat cenderung dianggap lebih meyakinkan.

Jumlah ulasan dan konsistensi informasi juga menjadi pertimbangan karena komentar yang sama dari banyak pengunjung dapat memberikan gambaran yang lebih kuat. Sebaliknya, ulasan yang terlalu singkat, terlalu berlebihan, atau tidak memiliki konteks tidak selalu langsung dipercaya.

Beberapa responden bahkan melihat profil dan riwayat ulasan dari orang yang memberikan komentar sebelum menjadikannya sebagai acuan.

Cara tersebut membuat calon pengunjung tidak hanya membaca isi ulasan, tetapi juga mempertimbangkan seberapa dapat dipercaya informasi yang diberikan.

Review online pada akhirnya menjadi bagian dari proses pencarian informasi sebelum wisatawan menentukan pilihan.

Pengalaman pengunjung sebelumnya dapat membantu calon wisatawan memperkirakan suasana, fasilitas, pelayanan, harga, hingga kondisi suatu destinasi.

Temuan wawancara ini sejalan dengan penelitian Khotimah dan Sulistyowati (2022) yang menunjukkan adanya pengaruh electronic word of mouth terhadap minat dan keputusan berkunjung wisatawan.

Namun, ulasan tetap ditempatkan sebagai salah satu pertimbangan karena keputusan setiap orang juga dipengaruhi oleh kebutuhan dan kondisi kunjungannya masing-masing.

Bagi wisatawan, Google Maps memberikan kesempatan untuk melihat pengalaman orang lain sebelum mengambil keputusan sendiri.

Ulasan positif dapat membuat sebuah destinasi lebih menarik, sedangkan keluhan yang berulang dapat menjadi tanda untuk mencari pilihan lain. Karena itu, membaca ulasan tidak cukup hanya dengan melihat jumlah bintang, tetapi juga perlu memperhatikan isi komentar, bukti foto atau video, serta kesamaan pengalaman dari beberapa pengunjung.

Semakin teliti informasi tersebut dibaca, semakin besar manfaat Google Maps sebagai sumber pertimbangan sebelum melakukan kunjungan.(Geng)

Berita Terkait