95 Hektare Sawah Rusak Berat di Pidie Direhabilitasi, Satgas PRR Kerahkan Alat Berat95 Hektare Sawah Rusak Berat di Pidie Direhabilitasi, Satgas PRR Kerahkan Alat Berat

Kawanindonesia.web.id— Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) bergerak menangani 95 hektare sawah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie, Aceh.

Satgas mengerahkan alat berat untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian agar kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.

Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR, Dr. Safrizal ZA, meninjau langsung proses penanganan sawah rusak berat di Desa Blang Cut, Kecamatan Kembang Tanjong, Jumat, 3 September 2026.

Safrizal mengatakan Satgas PRR memilih Pidie sebagai lokasi pilot project rehabilitasi lahan pertanian karena daerah tersebut memiliki luasan dampak yang relatif lebih kecil dibandingkan wilayah lainnya.

“Satgas PRR telah mengerahkan alat berat untuk merehabilitasi sawah rusak berat di wilayah ini sebagai pilot project percontohan, mengingat Pidie memiliki luasan dampak yang relatif lebih kecil dibanding wilayah lain,” ujar Safrizal.

Satgas PRR menggunakan alat berat untuk menangani kondisi lahan yang mengalami kerusakan parah.

Penggunaan peralatan tersebut memungkinkan petugas mempercepat proses rehabilitasi sehingga lahan dapat segera masuk tahap pemulihan.

Kerusakan lahan pertanian menjadi salah satu dampak serius bencana hidrometeorologi.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas pertanian, tetapi juga berpotensi memengaruhi penghasilan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut.

Melalui proyek percontohan di Pidie, Satgas PRR dapat mengevaluasi metode rehabilitasi yang sesuai untuk lahan pertanian terdampak bencana.

Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan penerapan penanganan di wilayah lain yang mengalami kerusakan dengan skala lebih luas.

Safrizal menegaskan pentingnya percepatan rehabilitasi lahan agar masyarakat dapat kembali mengelola sawah setelah kondisi lahan memungkinkan.

Pemerintah bersama Satgas PRR terus memantau proses pemulihan di lapangan.Langkah tersebut juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Selain memperbaiki kondisi lahan, rehabilitasi diharapkan dapat membantu petani memulihkan aktivitas produksi dan perekonomian keluarga.

Satgas PRR akan melanjutkan penanganan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan.

Pemerintah juga perlu memastikan proses rehabilitasi berjalan terukur agar 95 hektare sawah rusak berat di Pidie dapat kembali berfungsi secara optimal.

Dengan menjadikan Pidie sebagai pilot project, Satgas PRR tidak hanya mengejar kecepatan pemulihan.

“tetapi juga membangun pola penanganan yang dapat diterapkan untuk rehabilitasi lahan pertanian di daerah terdampak bencana lainnya.(Red)

Berita Terkait