Kawanindonesia.web
Kawanindonesia.web.web.id– Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur mengajak masyarakat menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak sekaligus meningkatkan kesadaran dalam melindungi data pribadi.
Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan Cerdig (Cerdas Digital) Beruang Siber (Bedah Ruang Siber) Jilid XVI yang digelar secara daring pada Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Kemerdekaan Digital Berdaulat atas Data Pribadi, Bijak Menghadapi AI” tersebut menjadi bagian dari upaya Kominfo Jatim memperkuat literasi keamanan siber di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan AI memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan pemerintah.
Teknologi tersebut dapat membantu otomatisasi analisis data hingga meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Namun, Sherlita mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko yang muncul dari penggunaan AI.
Pelaku kejahatan dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk membuat informasi palsu, memanipulasi identitas, melakukan penipuan, menghasilkan deepfake, hingga meningkatkan skala serangan siber.
“Pemanfaatan AI harus disertai tanggung jawab. Kita perlu menjaga keseimbangan antara memanfaatkan kemampuan AI dan mempertahankan aspek keamanan, privasi, etika, akurasi, serta akuntabilitas,” kata Sherlita.
Menurutnya, masyarakat harus membangun kedaulatan digital mulai dari kesadaran individu. Setiap orang yang menggunakan perangkat dan layanan digital memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan data dan ruang siber.
Dalam kegiatan tersebut, Marsekal Pertama TNI Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara sekaligus Direktur Cognitive Artificial Intelligence Research Group (CAIRG).
turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya kendali manusia dalam menggunakan AI.Arwin menjelaskan bahwa kemerdekaan digital tidak hanya berarti bebas mengakses teknologi.
Masyarakat juga harus mampu mempertahankan kendali atas data, keputusan, dan dampak yang muncul dari penggunaan teknologi.Ia memperkenalkan prinsip KENDALI sebelum menggunakan AI.
Prinsip tersebut mencakup mengenali data yang digunakan, mengevaluasi tujuan dan risiko, meniadakan data yang tidak diperlukan, mendukung penggunaan AI dengan verifikasi manusia, mengamankan sistem akses,
melacak serta mendokumentasikan penggunaan, dan mengikuti hukum, etika, serta kebijakan yang berlaku.
Arwin juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi, terutama foto KTP, sidik jari, dan informasi biometrik lainnya. Pelaku kejahatan dapat mengeksploitasi data tersebut untuk melakukan pencurian identitas maupun penipuan.
Kebocoran data pribadi juga dapat membuka peluang terjadinya serangan siber yang lebih besar, seperti ransomware, penipuan, hingga pemerasan.
Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Jatim, Achmad Fadlil Chusni, mengatakan kegiatan Beruang Siber bertujuan meningkatkan literasi keamanan siber sekaligus mendorong masyarakat menjadikan keamanan sebagai budaya dalam kehidupan digital.Kegiatan Cerdig Beruang Siber Jilid XVI diikuti peserta dari berbagai instansi pemerintah, kalangan akademisi,
serta pegiat literasi digital dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Melalui kegiatan tersebut, Kominfo Jatim terus mendorong masyarakat agar tidak hanya mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, tetapi juga memahami risiko dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan data pribadi.
Literasi digital yang kuat diharapkan dapat menciptakan ruang siber yang lebih aman, berdaulat, dan bijak di tengah perkembangan AI yang semakin pesat.(Bagas)

