Ranting NU Tawangsari Sidoarjo Matangkan RAKER 2026, Siapkan Program Kerja Lima Tahun

Kawanindonesia.web.id– Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, terus mematangkan persiapan Rapat Kerja (RAKER) periode 2026–2031 dengan menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi di kediaman Drs. H. M. Sholihin, Selasa (4/8/2026) malam.


Rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dipimpin Sekretaris Ranting NU Tawangsari, Ustadz Lutfi, serta dihadiri Rois Syuriyah Gus Farid Waji, Ketua Ranting NU Tawangsari Ustadz Kasdi, pengurus harian, dan seluruh kepala bidang.


Dalam arahannya, Rois Syuriyah Gus Farid Waji mengajak seluruh pengurus menjadikan evaluasi kepengurusan sebelumnya sebagai pijakan untuk membangun organisasi yang lebih baik pada masa khidmat 2026–2031.


Menurutnya, evaluasi terhadap program kerja yang telah berjalan sangat penting agar kepengurusan baru mampu memperbaiki berbagai kekurangan sekaligus mempertahankan program-program yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Melalui evaluasi ini, kita bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki sehingga kepengurusan lima tahun ke depan dapat bekerja lebih optimal dalam melayani warga Nahdliyin,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Ranting NU Tawangsari, Ustadz Kasdi, meminta setiap lembaga dan bidang segera menyusun usulan program kerja yang terukur, realistis, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Seluruh usulan tersebut nantinya akan dibahas secara menyeluruh dalam forum RAKER sebelum ditetapkan sebagai program resmi organisasi.


Dalam rapat konsolidasi tersebut, para pengurus menyepakati sejumlah program prioritas yang akan menjadi agenda pembahasan pada RAKER September 2026.


Lembaga Pendidikan dan Ma’arif akan memfokuskan program pada sosialisasi serta pendataan warga NU yang kurang mampu agar memperoleh akses bantuan pendidikan.

Lembaga Dakwah akan mengaktifkan kembali kegiatan Lailatul Ijtima’ secara rutin dan terjadwal sebagai media mempererat ukhuwah Islamiyah.


Di bidang Takmir Masjid dan Musholla, pengurus mengusulkan pembuatan identitas seluruh masjid dan musholla di wilayah Tawangsari, pelaksanaan pelatihan bilal, hingga pengajuan sertifikasi masjid dan musholla.


Sementara itu, LKKNU akan melanjutkan program Koin NU dan kotak infak sebagai upaya memperkuat kemandirian organisasi.

Program santunan bagi anak yatim piatu juga tetap menjadi salah satu prioritas pelayanan sosial kepada masyarakat.


Pengurus juga mengusulkan pembentukan bidang ekonomi yang akan dikelola melalui kolaborasi antara pengurus lama dan anggota baru.

Bidang tersebut diharapkan mampu menghadirkan program pemberdayaan ekonomi warga dengan sistem manajemen yang akan disahkan dalam RAKER.


Seluruh program tersebut merupakan hasil evaluasi dari kepengurusan sebelumnya yang kemudian diseleksi, disempurnakan, dan disusun menjadi program prioritas untuk lima tahun mendatang.


Rapat juga menetapkan pelaksanaan RAKER pada September 2026 di TPQ Al Hasyimi. Seluruh seksi diminta segera menyusun formulir usulan beserta rancangan program kerja sebagai bahan utama pembahasan dalam forum tersebut.

Kehadiran dan partisipasi aktif setiap pengurus selama proses persiapan hingga pelaksanaan RAKER juga akan menjadi indikator komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.


Menutup rapat, Sekretaris Ranting NU Tawangsari, Ustadz Lutfi, berharap seluruh pengurus mampu melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang dapat diwujudkan menjadi program kerja berkelanjutan.


“Semoga RAKER nanti menghasilkan program yang benar-benar bermanfaat, dapat dijalankan secara konsisten, serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan seluruh warga Nahdliyin di Tawangsari,” pungkasnya.(Geng)


Berita Terkait