Kawanindonesia.web.id – Polda Jawa Timur memfokuskan upaya evakuasi dan identifikasi korban tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, dengan mengoperasikan Posko Disaster Victim Identification (DVI).
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi korban sekaligus memberikan kepastian informasi kepada keluarga.
Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Polda Jatim mendirikan Posko DVI di Rumah Sakit Bhayangkara HS. Samsoeri Mertojoso, Surabaya.
Posko ini menjadi pusat pelaksanaan identifikasi forensik terhadap korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, Polda Jatim membagi penanganan bencana ke sejumlah titik strategis agar proses evakuasi, identifikasi, dan pelayanan kepada korban maupun keluarga dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
“Penyediaan fasilitas penanggulangan bencana ini dibagi menjadi beberapa titik strategis guna memastikan seluruh penyintas dan korban mendapatkan penanganan yang terstruktur,” ujar Kombes Pol. Jules Abraham Abast di RS Bhayangkara Surabaya,
Senin (3/8/2026).Ia menjelaskan, tim dokter forensik dan personel DVI langsung bersiaga sejak Posko DVI dibuka.
Tim melakukan identifikasi secara ilmiah melalui pencocokan data postmortem yang diperoleh dari pemeriksaan jenazah dengan data antemortem yang dikumpulkan dari keluarga korban.Untuk mendukung proses tersebut, Polda Jatim juga mengoperasikan Posko Antemortem yang bertugas menghimpun data identitas korban sebelum meninggal dunia.
Petugas mengumpulkan informasi berupa identitas diri, riwayat medis, ciri-ciri fisik, pakaian terakhir, hingga sampel DNA dari keluarga inti.
Sementara itu, Posko Postmortem menangani pemeriksaan forensik terhadap jenazah yang dievakuasi dari lokasi musibah.
Hasil pemeriksaan kemudian dicocokkan dengan data dari Posko Antemortem untuk memastikan identitas korban secara akurat.Kabid Humas Polda Jatim mengimbau keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam pelayaran KMP Mutiara Sentosa II agar segera mendatangi Posko DVI di RS Bhayangkara Surabaya.
Keluarga diminta membawa dokumen pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, rekam medis gigi atau foto korban yang memperlihatkan susunan gigi, serta informasi mengenai ciri-ciri khusus seperti tato, bekas luka, tanda lahir, maupun pakaian terakhir yang dikenakan korban.
Selain Posko DVI, Polda Jatim bersama instansi terkait juga membuka Posko Informasi Terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Posko tersebut melayani pendataan ulang manifes penumpang, pemeriksaan kesehatan korban selamat, layanan pendampingan psikologis, hingga memfasilitasi pemulangan para penyintas ke daerah asal.
“Posko terpadu ini untuk memfasilitasi pendataan ulang manifes, pemeriksaan kesehatan penumpang selamat, pemulangan, serta layanan darurat bagi keluarga korban,” terang Kombes Pol. Jules Abraham Abast.
Di Kabupaten Sumenep, Polda Jatim juga mengoperasikan Posko Utama Terpadu di Pelabuhan Kalianget sebagai pusat kendali operasi lapangan.
Posko tersebut menjadi lokasi koordinasi evakuasi, sterilisasi area pelabuhan, serta penerimaan awal korban yang berhasil dibawa ke darat.Kombes Pol. Jules Abraham Abast menegaskan, Polda Jatim bersama Basarnas, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bersinergi untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan kemanusiaan yang cepat, profesional, dan transparan.
“Kami saat ini fokus evakuasi korban baik yang selamat maupun yang meninggal untuk mendapatkan penanganan kemanusiaan yang terbaik dan cepat,” pungkasnya.(Bagas)

