Kawanindonesia.web.id – Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan dominasinya di bidang pendidikan vokasi dengan meraih gelar Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Nasional 2026.
Pada ajang bergengsi tingkat nasional tersebut, kontingen Jawa Timur berhasil memborong 30 medali sekaligus mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya.
Prestasi membanggakan itu mendapat sambutan hangat dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menerima langsung kepulangan kontingen Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru pembimbing, mentor, kepala sekolah, dan tim pendamping yang telah bekerja keras membawa nama harum Jawa Timur di tingkat nasional.
Pada LKS Dikmen Nasional 2026, Jawa Timur berhasil mengoleksi 30 medali yang terdiri atas 18 medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu.
Raihan tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi pertama, mengungguli DKI Jakarta sebagai tuan rumah di peringkat kedua serta Jawa Tengah di posisi ketiga.
“Kita menghitung ada 36 medali emas pada LKS tahun ini. Sebanyak 18 medali emas atau 50 persen berhasil diraih kontingen Jawa Timur.
Prestasi luar biasa ini merupakan hasil kerja keras para siswa yang didukung mentor, pendamping, kepala sekolah, dan seluruh tim,” ujar Khofifah.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur terus berkembang dan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, serta memiliki daya saing tinggi.
Khofifah menjelaskan LKS Nasional bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan vokasi berdampak positif terhadap penyerapan lulusan SMK di dunia kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK di Jawa Timur turun dari 5,87 persen pada Februari 2025 menjadi 5,73 persen pada Februari 2026.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa kurikulum, program magang, dan kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja sudah berjalan semakin baik sehingga lulusan SMK lebih mudah terserap di dunia kerja,” jelasnya.
Meski kembali menjadi juara umum, Khofifah mengingatkan seluruh insan pendidikan agar tidak cepat berpuas diri.
Ia meminta seluruh kepala sekolah, guru pembimbing, dan pelatih terus meningkatkan kualitas pembinaan agar prestasi Jawa Timur tetap terjaga bahkan semakin meningkat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui pengembangan kompetensi siswa, peningkatan kerja sama dengan dunia industri, serta perluasan kesempatan magang dan bekerja di luar negeri.
Ia menyebut Jawa Timur telah mengirimkan 4.915 lulusan SMK untuk bekerja maupun magang di berbagai negara.
Jumlah tersebut melampaui program nasional yang memberangkatkan sekitar 3.600 alumni SMK ke 13 negara.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta digital, Khofifah juga meminta Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan beasiswa bagi peraih juara cabang Cyber Security agar dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister di bidang Advance Cyber Security.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pelaksanaan LKS Nasional 2026 menghadirkan tantangan baru melalui penerapan sistem kompetisi hybrid, penyesuaian kategori lomba, serta hadirnya cabang Artificial Intelligence yang untuk pertama kalinya dipertandingkan.
“Meski tantangannya lebih besar, anak-anak Jawa Timur mampu menunjukkan kualitas terbaiknya. Bahkan mereka berhasil meraih prestasi pada cabang Artificial Intelligence yang baru pertama kali dilombakan,” ujar Aries.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.
Peraih medali emas menerima penghargaan sebesar Rp10 juta, medali perak Rp7,5 juta, medali perunggu Rp5 juta, sedangkan penerima Medallion for Excellence memperoleh Rp2,5 juta.
Tidak hanya para peraih medali, seluruh peserta kontingen Jawa Timur juga menerima sertifikat dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membawa nama baik provinsi di tingkat nasional.
Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya semakin mengukuhkan Jawa Timur sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi terbaik di Indonesia.
Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah vokasi di Jawa Timur untuk terus melahirkan lulusan yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(Bagas)

