Bambang Isti Nugroho Luncurkan 6 Buku di Usia 66 Tahun, Satukan Seniman dan Aktivis di TIM Jakarta

Kawanindonesia.web.id– Penyair sekaligus aktivis Bambang Isti Nugroho meluncurkan enam buku sekaligus saat merayakan ulang tahunnya yang ke-66 di Gedung Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Persahabatan Demokrasi Tanpa Henti” itu menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan seniman, budayawan, akademisi, dan aktivis dari berbagai daerah.

Peluncuran enam buku tersebut menandai konsistensi Bambang Isti Nugroho dalam berkarya di dunia sastra sekaligus menunjukkan komitmennya menjaga ruang dialog kebudayaan dan demokrasi.

Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal aktif di bidang seni, budaya, dan gerakan sosial.Di antara para tokoh yang hadir tampak Hariman Siregar, Burzah Syarnubi, Sri Eko Sriyanto Galgendu, Herdi Syahrazad, Iwan Sumule, Yoserizal Manua, Eko Sulys, serta budayawan Indra Tranggono.

Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri melalui berbagai testimoni mengenai perjalanan panjang Bambang Isti Nugroho sebagai penyair, penulis, dan aktivis.Hariman Siregar mengenang Bambang sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.

Menurutnya, Bambang telah lama menjadi bagian dari Indonesia Demokrasi Monitor (InDemo), sebuah wadah yang mempertemukan aktivis dan mahasiswa dalam berbagai diskusi kebangsaan sejak era reformasi.

Sementara itu, Burzah Syarnubi menyampaikan apresiasi terhadap keteguhan Bambang dalam menyuarakan kritik sosial melalui tulisan dan aktivitas kebudayaan. Budayawan Indra Tranggono juga membagikan pengalamannya mengenal Bambang sejak masa muda di Yogyakarta dan menilai sahabatnya itu tetap produktif melahirkan karya hingga sekarang.

Rangkaian acara semakin semarak dengan pembacaan puisi oleh Olivia dan Desy. Bambang Isti Nugroho juga tampil membacakan puisi berjudul “Anjing-anjing Syahrir”, yang mendapat perhatian para tamu undangan dan menjadi salah satu momen penting dalam perayaan tersebut.

Selain peluncuran buku, kegiatan itu menjadi ruang refleksi atas perjalanan hidup Bambang Isti Nugroho.

Sejumlah pembicara mengenang pengalaman panjangnya sebagai aktivis serta kiprahnya di dunia sastra dan kebudayaan yang dinilai turut memperkaya dinamika gerakan intelektual di Indonesia.

Bagi para sahabat dan koleganya, enam buku yang diluncurkan bukan sekadar hasil karya tulis, tetapi juga menjadi simbol semangat untuk terus berpikir kritis, berkarya, dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan melalui sastra.

Mereka menilai Bambang mampu menjadikan tulisan sebagai media menyampaikan gagasan sekaligus membangun ruang dialog yang inklusif

Melalui tema “Persahabatan Demokrasi Tanpa Henti”, Bambang Isti Nugroho mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persahabatan, memperkuat budaya berdialog, serta menjaga kebebasan berekspresi secara bertanggung jawab.

Momentum peluncuran enam buku di usia ke-66 itu sekaligus menjadi penegasan bahwa semangat berkarya dan berkontribusi bagi kehidupan sosial tidak mengenal batas usia.

Acara di Taman Ismail Marzuki tersebut pun menjadi bukti bahwa sastra, seni, dan gerakan sosial tetap memiliki ruang penting dalam memperkuat kebersamaan, memperluas jaringan persahabatan, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait