Hari Anak Nasional 2026, Lilik Hendarwati Dorong Penguatan Perlindungan dan Ketahanan Keluarga

Kawanindonesia.web.id – Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Ia menilai anak-anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan sosial.Lilik mengatakan setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, dan mendukung pengembangan potensi mereka.

Karena itu, ia mendorong pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali menegaskan bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, tantangan yang dihadapi anak saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar seperti gizi, kesehatan, dan pendidikan. Anak-anak juga menghadapi berbagai ancaman yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, mulai dari kecanduan gawai, paparan konten negatif di media sosial, perundungan, kekerasan terhadap anak, eksploitasi, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental.

“Di tengah kemajuan zaman, anak-anak kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Tidak hanya persoalan gizi, kesehatan, dan pendidikan, tetapi juga ancaman kecanduan gawai, paparan konten negatif di media sosial, perundungan, kekerasan terhadap anak, eksploitasi, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan,” katanya.

Selain itu, Lilik mengingatkan bahwa masih terdapat anak-anak yang hidup dalam kondisi kemiskinan, mengalami putus sekolah, maupun belum memperoleh perlindungan secara memadai.

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kerja sama dari berbagai pihak agar setiap anak dapat memperoleh haknya secara utuh.

Sebagai seorang ibu, Lilik menilai keluarga tidak dapat menghadapi seluruh persoalan anak seorang diri.

Ia menekankan pentingnya dukungan lingkungan, sekolah, masyarakat, dan negara dalam memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Sebagai pemimpin perempuan, saya meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah memastikan setiap anak mendapatkan hak-haknya secara utuh,” tegasnya.Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, lanjut Lilik, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat berbagai kebijakan yang berpihak kepada anak.

Pemerintah perlu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan layanan kesehatan mental bagi anak dan remaja, serta memperluas perlindungan bagi korban kekerasan.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas, memperkuat literasi digital, dan membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

Lilik menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak. Kehadiran ayah dan ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak dapat menjadi fondasi penting bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

“Kami berharap program-program yang menyentuh keluarga terus diperkuat. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang harmonis, dengan kehadiran ayah dan ibu yang aktif mendampingi, akan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Menurut Lilik, masyarakat juga perlu menempatkan anak sebagai subjek pembangunan. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mendengar aspirasi anak, melindungi hak-haknya, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Pada Hari Anak Nasional ini, mari kita jadikan anak-anak bukan sekadar objek pembangunan, tetapi subjek yang harus didengar, dilindungi, dan dipersiapkan menjadi generasi yang berakhlak, sehat, cerdas, tangguh, serta siap membawa Jawa Timur dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Lilik berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Ia mendorong seluruh pihak menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak anak dan membangun keluarga yang tangguh.

“Selamat Hari Anak Nasional 2026. Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” ucap Lilik.(Bagas)

Berita Terkait