Kawanindonesia.web.id– Pengamat sosial dan budaya Jacob Ereste mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi praktik adu domba dan politik uang menjelang Pemilu 2029.
Menurutnya, meningkatnya suhu politik berpotensi memunculkan berbagai manuver yang dapat memecah persatuan sekaligus memengaruhi pilihan politik masyarakat.
Jacob menilai tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjalankan strategi politik yang mengandalkan kekuatan finansial.
Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat sikap kritis dan tidak mudah tergiur oleh berbagai bentuk iming-iming yang bertentangan dengan nilai demokrasi.
“Ketika kondisi ekonomi sedang sulit, masyarakat harus semakin waspada. Jangan sampai tekanan ekonomi dimanfaatkan untuk menggerus idealisme maupun memecah persatuan,” ujar Jacob dalam catatan yang ditulis di Serpong.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya adu domba dapat muncul melalui berbagai cara, mulai dari penyebaran narasi yang memecah belah hingga pembentukan opini yang memicu konflik antar kelompok.
Menurutnya, masyarakat perlu lebih cermat menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Jacob berpendapat bahwa kontestasi politik seharusnya berlangsung secara sehat dengan mengedepankan adu gagasan, program, dan rekam jejak, bukan melalui praktik yang merusak kualitas demokrasi.
Ia menilai politik uang maupun upaya memecah belah masyarakat hanya akan memperlemah kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Selain itu, Jacob mengaku menghadapi berbagai tekanan dan gangguan terhadap aktivitas komunikasi yang dijalaninya dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, ia menegaskan tetap mempertahankan sikap independen dan tidak akan mengorbankan idealisme demi kepentingan tertentu.
Ia berharap seluruh peserta kontestasi politik, pendukung, serta masyarakat luas menjaga etika politik dan menghindari tindakan yang dapat memperuncing polarisasi.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi, namun tidak boleh berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat.
Jacob juga mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa dan kalangan intelektual, untuk tetap menjadi penjaga nilai-nilai demokrasi dengan mengedepankan nalar kritis, integritas, dan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Menutup pandangannya, Jacob menegaskan bahwa persatuan nasional harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Ia berharap seluruh elemen bangsa dapat menjaga stabilitas, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama mengawal demokrasi yang jujur, adil, serta bermartabat.(Kontributor Yacob)
