Kawanindonesia.web.id – Satuan Tugas Pengawasan dan Pengendalian (Satgas Wasbang) TNI meninjau langsung progres pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pertanian (Yonif TP) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (23/06/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai rencana dan mendukung program ketahanan pangan nasional.
Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin mendampingi kunjungan Tim Satgas Wasbang yang dipimpin Marsma TNI Taufik Hari Wicaksono, S.T.
Tim melakukan pengecekan langsung di lokasi pembangunan yang berada di Dukuh Jenggolo, Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi.
Dalam kegiatan tersebut, tim meninjau sejumlah fasilitas yang tengah dibangun, seperti barak prajurit, kamar mandi, garasi alat berat, serta dapur.
Selain itu, tim juga mengevaluasi kesiapan pembangunan akses jalan menuju lokasi satuan guna mendukung mobilitas personel dan distribusi logistik.
Satgas Wasbang menilai pembangunan Yonif TP Boyolali terus menunjukkan perkembangan positif sejak dimulai pada 2 Juni 2026.
Progres pekerjaan di lapangan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan oleh satuan pelaksana pembangunan.
Tim juga menilai lokasi pembangunan seluas sekitar 77,8 hektare tersebut memiliki karakteristik yang strategis untuk pengembangan satuan teritorial.
Kondisi tanah berbatu yang mendominasi kawasan tersebut justru dianggap memberikan keuntungan dari sisi kekuatan struktur bangunan yang akan dibangun.
“Secara umum lokasi ini sangat mendukung untuk pembangunan. Kondisi tanah berbatu justru memperkuat pondasi bangunan yang akan berdiri di atasnya,” ujar salah satu anggota Satgas Wasbang saat melakukan peninjauan.
Selain fokus pada progres fisik, tim juga menyoroti aspek penting lain, yaitu ketersediaan sumber air di lingkungan Yonif TP.
Satgas Wasbang meminta perencanaan sistem distribusi air memperhitungkan faktor topografi agar aliran tetap berjalan optimal, bahkan saat terjadi pemadaman listrik.
Mereka menekankan pentingnya sistem yang tidak sepenuhnya bergantung pada pompa listrik, sehingga kebutuhan dasar prajurit tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
Pembangunan Yonif Teritorial Pertanian di Boyolali tidak hanya ditujukan untuk memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Melalui konsep tersebut, TNI diharapkan dapat bersinergi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian di daerah.
Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin menyampaikan bahwa pembangunan satuan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program strategis nasional yang mengintegrasikan pertahanan dengan pemberdayaan wilayah.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan terus dipercepat tanpa mengabaikan kualitas dan standar konstruksi yang telah ditetapkan.
Dengan adanya peninjauan dari Satgas Wasbang,
diharapkan seluruh tahapan pembangunan Yonif TP Boyolali dapat berjalan lebih terarah, tepat waktu, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pertahanan negara serta kesejahteraan masyarakat sekitar.(Red)
