Lilik Minta Standar Keselamatan Proyek di Surabaya Diperketat

Kawanindonesia.web.id– Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, meminta Pemerintah Kota Surabaya memperketat standar keselamatan pada seluruh proyek infrastruktur yang sedang berjalan.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul insiden di lokasi proyek pembangunan gorong-gorong kawasan Margorejo yang mengakibatkan seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia.


Lilik menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.

Ia menilai peristiwa itu harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya.


“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan,” ujar Lilik.


Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Surabaya itu menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh pekerjaan konstruksi dilaksanakan dengan standar keamanan yang tinggi.

Menurutnya, setiap proyek wajib menyediakan sistem pengamanan yang memadai untuk melindungi pengguna jalan maupun warga di sekitar lokasi pekerjaan.


Lilik menyoroti pentingnya pemasangan pagar pembatas yang kuat, rambu-rambu peringatan yang mudah terlihat, lampu penerangan yang cukup pada malam hari, serta pengawasan rutin selama proyek berlangsung.


Ia menilai pengamanan proyek tidak boleh dianggap sebagai pelengkap administrasi semata, melainkan bagian utama yang harus dipenuhi sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian pekerjaan.


“Keselamatan bukan pelengkap proyek. Keselamatan harus menjadi bagian utama yang mendapat perhatian serius dari pemerintah dan kontraktor pelaksana,” tegasnya.


Lilik juga meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi terhadap seluruh proyek yang masih berlangsung untuk memastikan tidak ada potensi bahaya yang dapat mengancam masyarakat.


Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk mengidentifikasi kelemahan sistem pengamanan sekaligus memperbaiki standar operasional yang diterapkan di lapangan.


Selain meminta pemerintah memperketat pengawasan, Lilik juga mendorong kontraktor pelaksana agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga keamanan area proyek.

Ia menilai kontraktor harus memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.


“Kontraktor harus aktif melakukan pengawasan dan memastikan setiap titik proyek aman bagi masyarakat.

Jangan sampai kelalaian dalam pengamanan menimbulkan korban jiwa,” katanya.


Di sisi lain, Lilik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.

Ia meminta pengguna jalan memperhatikan rambu-rambu keselamatan, mengurangi kecepatan kendaraan, dan selalu berhati-hati ketika melewati area proyek.


Lebih lanjut, Lilik berharap insiden di Margorejo menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat budaya keselamatan dalam setiap pembangunan infrastruktur.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian proyek dan kualitas hasil pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keselamatan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.


“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat tanpa mengorbankan keselamatan warga.

Karena itu, standar keselamatan proyek di Surabaya harus terus diperketat dan diawasi secara konsisten,” pungkasnya.(Bagas)

Berita Terkait