Kawanindonesia.web.id — Buku berjudul “Laku Spiritual Presiden Soeharto, Indonesia, dan Kejawen: Analisis SWOT Negara ala Jawa”
“mengupas secara mendalam hubungan antara kekuasaan politik Orde Baru dengan tradisi spiritual Jawa.
Penulis, seorang eks wartawan yang lama mengikuti dinamika politik nasional,
“menguraikan bagaimana Soeharto menjalani laku spiritual seperti tirakat, kontemplasi batin,
serta kepercayaan terhadap simbol dan pertanda yang berkembang dalam budaya Kejawen.
Penulis menyajikan pendekatan ini sebagai bagian dari cara memahami gaya kepemimpinan yang terbentuk selama lebih dari tiga dekade pemerintahan Orde Baru.
Dalam buku tersebut, penulis menjelaskan bahwa Soeharto tidak hanya membangun kekuasaan melalui struktur politik dan militer,
tetapi juga melalui dimensi kebatinan yang berakar pada tradisi Jawa.
Ia menilai bahwa praktik spiritual tersebut turut memengaruhi cara pengambilan keputusan di tingkat negara.
Penulis menyusun narasi buku dengan pendekatan reflektif dan historis.
Ia mengajak pembaca menelaah kembali relasi antara budaya, spiritualitas, dan kekuasaan dalam konteks sejarah Indonesia modern.
Buku ini tidak bertujuan untuk menghakimi maupun memuja, tetapi berusaha menghadirkan perspektif alternatif dalam membaca perjalanan kepemimpinan nasional.
Peluncuran buku ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 12.00 WIB di Lantai 5 Gedung AS TH, Jalan Salemba Raya No. 4, Jakarta Pusat, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia.
Melalui karya ini, penulis berharap publik dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai pengaruh budaya Jawa dalam politik Indonesia
“serta bagaimana spiritualitas membentuk cara pandang seorang pemimpin dalam menjalankan kekuasaan negara.(Kontributor Yacob)

