Indonesia Promosikan Anggrek Nusantara di Genting Highland

Kawanindonesia.web.id – Indonesia kembali memperkenalkan kekayaan flora nasional di ajang internasional melalui partisipasinya dalam Malaysia Highest Flower Exhibition 2026 yang berlangsung di Resort World Awana, Genting Highland, Malaysia, pada 3–10 Juni 2026.


Keikutsertaan Indonesia dalam pameran bunga bergengsi tersebut menjadi bagian dari upaya mempromosikan anggrek Nusantara kepada masyarakat dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman anggrek terbesar di dunia.


Duta Indonesia, Rudy T. Mintarto, mengatakan bahwa pameran internasional merupakan sarana penting untuk memperkenalkan potensi tanaman hias Indonesia kepada pasar global.

Meski menghadapi berbagai kendala teknis, delegasi Indonesia tetap berupaya menampilkan identitas bangsa di tengah peserta dari berbagai negara.


“Yang terpenting bagi kami adalah Indonesia tetap hadir dan dunia mengetahui bahwa negeri ini memiliki kekayaan anggrek yang luar biasa,” ujar Rudy.


Dalam pameran tersebut, Rudy bekerja sama dengan Win Selamat Riyadi dan TB Farhan Davin, penata taman asal Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Mereka menghadirkan stan bertema budaya Jawa Timur yang memadukan unsur seni, budaya, dan keindahan tanaman hias.


Stan Indonesia menempati area seluas 32 meter persegi dengan menampilkan sekitar 300 pot anggrek Dendrobium, 150 pot berbagai jenis anggrek, 150 tangkai anggrek Aranda, serta 300 bunga potong yang disiapkan di lokasi pameran.

Seluruh material tersebut memiliki nilai sekitar 8.000 Ringgit Malaysia atau setara Rp25 juta.


Menurut Rudy, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri florikultura dunia.

Namun, berbagai kendala administrasi dan regulasi masih menjadi tantangan bagi para pelaku usaha tanaman hias yang ingin menembus pasar internasional.


Meski demikian, semangat untuk mempromosikan anggrek Nusantara tidak pernah surut. Delegasi Indonesia terus memanfaatkan berbagai pameran internasional sebagai media promosi sekaligus membangun jaringan dengan pelaku usaha tanaman hias dari berbagai negara.


Selain menjadi ajang pameran, Malaysia Highest Flower Exhibition juga menjadi tempat bertemunya kolektor, pebisnis, dan pecinta tanaman hias dari berbagai belahan dunia.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri anggrek Indonesia di masa depan.


Rudy menilai pasar tanaman hias global terus berkembang dan menawarkan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.

Oleh karena itu, ia berharap dukungan terhadap pelaku florikultura nasional dapat semakin ditingkatkan agar produk-produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.


Selama bertahun-tahun mengikuti pameran bunga internasional, Rudy mengaku tetap memiliki satu tujuan utama, yaitu menjaga nama Indonesia tetap dikenal dalam komunitas anggrek dunia.


“Selama Merah Putih masih berkibar di forum internasional, kami akan terus memperkenalkan anggrek Nusantara kepada dunia,” tegasnya.


Partisipasi Indonesia di Genting Highland menjadi bukti bahwa promosi kekayaan hayati bangsa terus berjalan.

Melalui dedikasi para pegiat anggrek dan pelaku florikultura, Indonesia berupaya memperkenalkan keindahan anggrek Nusantara sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas di pasar global.(Geng)

Berita Terkait