Kawanindonesia web.id – Penulis Jacob Ereste menyoroti mulai menghangatnya suhu politik nasional menjelang kontestasi politik tahun 2029.
Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk upaya adu domba yang berpotensi memecah belah persatuan di tengah tekanan ekonomi dan dinamika sosial yang berkembang.
Jacob Ereste menilai, situasi politik yang semakin dinamis sering memunculkan berbagai strategi komunikasi politik yang tidak sehat.
Ia menyebut, sebagian pihak dapat memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tertekan untuk membangun narasi provokatif dan memicu kegaduhan di ruang publik.
Dalam pandangannya, masyarakat perlu bersikap lebih kritis terhadap informasi yang beredar, terutama di media sosial.
Ia mengajak publik untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya serta tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan.
Jacob juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik.
Ia menegaskan bahwa praktik adu domba hanya akan melemahkan solidaritas sosial dan merugikan masyarakat secara luas.
“Dalam situasi seperti ini, masyarakat harus mampu memilah informasi dan tidak terjebak dalam provokasi yang dapat memecah belah,” ujarnya.
Ia menambahkan, meningkatnya suhu politik menjelang 2029 harus disikapi dengan kedewasaan politik agar tidak menimbulkan konflik horizontal di masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pandangan politik seharusnya menjadi ruang diskusi yang sehat, bukan sumber perpecahan.
Jacob menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa kewaspadaan publik menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sosial di tengah berbagai tekanan ekonomi dan politik yang berkembang.(Kontributor banten yacob)
