Keterangan foto:Tim FKPM Adat Budaya bersama warga saat menemukan kerbau hilang di area sungai Desa Moncongkomba, Takalar.
Kawanindonesia.web.id– Sinergi antara warga dan Forum Kemitraan Perlindungan Masyarakat ( FKPM ) ADAT BUDAYA membuahkan hasil setelah seekor kerbau yang sempat dilaporkan hilang berhasil ditemukan
Di wilayah Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Jumat (10/4/2026) malam.
Kerbau tersebut sebelumnya dilaporkan lepas usai pelaksanaan salat Jumat dan sempat menimbulkan kekhawatiran warga.
Dugaan pencurian ternak (curnak) pun sempat mencuat sehingga mendorong warga segera berkoordinasi dengan FKPM Adat Budaya untuk melakukan pencarian.
Menindaklanjuti laporan yang diterima sekitar pukul 19.30 WITA,
Tim gabungan dari FKPM Adat Budaya Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Takalar langsung bergerak bersama masyarakat menuju lokasi pencarian di Dusun Jenelimbua, Desa Cakura.
Tim FKPM Adat Budaya Kabupaten Jeneponto dipimpin oleh pendiri FKPM Adat Budaya, Nabiyanto M.
Dg Nakku, bersama Ketua FKPM Kecamatan Bangkala Barat Abdul Malik Nur Kr. Nai.
Sementara itu, tim dari Kabupaten Takalar dipimpin Ketua Rahmat Dg Gata, didampingi Bendahara Hasanuddin Dg Lese,
Wakil Ketua I Muh. Saleh, S.Sos Dg Tata, serta sejumlah pengurus kecamatan lainnya.Tim gabungan menyisir berbagai titik yang dicurigai, termasuk area persawahan dan aliran sungai.
Mereka terus melakukan pencarian hingga larut malam dengan penuh koordinasi dan kebersamaan.Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Sekitar pukul 23.45 WITA, tim menemukan kerbau milik warga di area bawah sungai wilayah Desa Moncong komba dalam kondisi selamat.
Pemilik kerbau, Amir Mahmud Dg Bani, bersama keluarganya langsung menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencarian.
“Kami sangat bersyukur kerbau kami bisa ditemukan. Terima kasih kepada FKPM dan seluruh warga yang sudah membantu,” ujarnya.
Keberhasilan ini menunjukkan kuatnya solidaritas dan kepedulian sosial antara FKPM Adat Budaya dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Sinergi tersebut menjadi kunci dalam mencegah potensi tindak kriminal, khususnya pencurian ternak, serta memperkuat ketertiban di tengah masyarakat.(Red)
