Semua Harus Hadir, Pesan Moral Pada Pentas Keliling Ludruk Besutan Meimura

Keterangan foto:Meimura saat mementaskan Ludruk Besutan dalam rangka pentas keliling di Surabaya dan sekitarnya.

Kawanindonesia.web.id
– Seniman Meimura menegaskan bahwa pertunjukan seni tradisi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga harus menyampaikan pesan moral kepada masyarakat.

Ia mengangkat semangat tersebut dalam pentas keliling Ludruk Besutan yang digelar di berbagai lokasi.


Meimura mengajak masyarakat untuk selalu hadir dan memberikan apresiasi terhadap kesenian tradisional, khususnya ludruk yang sarat nilai budaya dan pendidikan karakter.

Ia menilai, keberadaan penonton menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni pertunjukan rakyat.


“Semua harus hadir karena pertunjukan ini tidak hanya untuk hiburan,

tetapi juga menyampaikan pesan moral yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Meimura.


Dalam setiap pementasan, Meimura mengangkat berbagai cerita yang merefleksikan kehidupan sosial masyarakat, seperti nilai kejujuran,

kebersamaan, dan kritik sosial terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.

Ia menekankan bahwa seni ludruk memiliki fungsi edukatif yang kuat.


Ia juga mendorong generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai seni tradisi.

Menurutnya, keterlibatan anak muda sangat penting agar kesenian daerah tidak kehilangan penikmat dan penerus di masa depan.


Melalui pentas keliling tersebut, Meimura berupaya mendekatkan seni ludruk kepada masyarakat di berbagai daerah,

sekaligus memperkuat kembali nilai-nilai budaya lokal yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.


Ia berharap, setiap pertunjukan yang digelar tidak hanya menjadi tontonan,

“tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memahami pesan moral yang disampaikan.(Geng)

Berita Terkait