Keterangan foto:dr. Khairiyah Amalia, Sp.A menjelaskan gejala dan pencegahan campak kepada orang tua di Program Sapa RSUD Bojonegoro.
Kawanindonesia.web.id – RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro kembali mengedukasi masyarakat melalui Program Selamat Pagi (Sapa).
Kali ini, rumah sakit menghadirkan dr. Khairiyah Amalia, Sp.A untuk memberi pemahaman kepada orang tua mengenai gejala dan penularan penyakit campak.
dr. Khairiyah menegaskan bahwa campak bukan penyakit ringan.
“Campak tampak sederhana, tapi tidak boleh disepelekan. Komplikasi bisa menyerang otak dan memicu kejang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penyakit ini dapat menimbulkan ruam kulit, batuk, pilek, dan pada kasus tertentu menyebabkan ensefalitis.
Di Kabupaten Bojonegoro, sejak Februari 2026 tercatat lima kasus campak pada anak.
Sebagian besar kasus ringan dan hanya memerlukan perawatan tiga hingga lima hari.
Namun, risiko penularan tetap tinggi, terutama pada balita dan orang dewasa yang sering berinteraksi dengan anak.
Gejala awal campak meliputi demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius, batuk, pilek, dan bercak Koplik di mulut.
Ruam kulit khas campak muncul saat demam masih tinggi dan menyebar ke seluruh tubuh.
“Penularan bisa terjadi bahkan sebelum gejala terlihat. Satu anak bisa menularkan ke 10–15 anak lainnya melalui batuk atau bersin,” tambah dr. Khairiyah.
Ia menekankan pentingnya imunisasi lengkap sebagai langkah utama pencegahan.
Orang tua diimbau untuk segera memeriksakan anak yang menunjukkan gejala campak dan tidak mudah percaya pada informasi hoaks seputar vaksin.
Edukasi dari tenaga kesehatan menjadi kunci melindungi anak-anak dari penyakit yang bisa dicegah ini.(Red)
