Keterangan foto:Jacob Ereste menekankan pentingnya kritik konstruktif dan dialog terbuka bagi pemerintah di Banten.
Kawanindonesia.id — Aktivis dan pengamat politik, Jacob Ereste, menekankan bahwa pemerintah perlu mendengar kritik secara seksama dan bijak.
Menurutnya, kritik yang keras dan konstruktif sangat penting agar kesalahan dalam tata kelola pemerintahan dapat diperbaiki dan pelayanan publik meningkat.(26/03/26)
Jacob menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang hendak menertibkan kritik terhadap pemerintah.
Ia menyebut penertiban tersebut harus dilaksanakan secara bijak, bukan untuk menakuti warga atau membatasi masukan.
“Kritik yang mengusik diperlukan agar perilaku buruk dapat diperbaiki, bukan untuk menimbulkan kerugian atau membuat masyarakat enggan memberi saran,” ujarnya.
Menurut Jacob, kritik, pendapat, dan saran dari masyarakat, termasuk dari kaum intelektual yang kritis, bisa menjadi nilai tambah bagi pemerintah.
Ia menekankan pentingnya dialog terbuka sebagai sarana komunikasi yang lebih efektif dibandingkan penertiban kaku.
Jacob juga menyoroti peran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Ia menilai kementerian tersebut belum maksimal mendorong partisipasi masyarakat dalam transformasi digital dan penguatan ekosistem digital.
“Peran Komdigi seharusnya membantu warga berpartisipasi secara cerdas, aman, dan inklusif dalam pembangunan bangsa,” katanya.
Meski tidak semua kritik datang dari niat baik, banyak masukan disampaikan dengan tujuan memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Jacob menegaskan bahwa pemerintah sebaiknya menerima kritik secara positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan rakyat.
(Kontribusi banten jacob)

