Keterangan foto:Gubernur Khofifah Indar Parawansa berdiskusi bersama wartawan Pokja saat buka puasa di Grahadi.
Kawanindonesia.id– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menemui wartawan kelompok kerja (Pokja) dalam agenda silaturahmi, diskusi, dan buka bersama di Gedung Negara Grahadi, Selasa (17/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah Indar Parawansa secara aktif membahas kesiapsiagaan sektor energi di Jawa Timur,
khususnya terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Tiga kelompok wartawan hadir dalam diskusi tersebut, yakni Pokja Grahadi, Pokja Indrapura DPRD Jatim, dan Forum Wartawan Sidoarjo.
Diskusi menghadirkan narasumber dari Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim Aris Mukiyono, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdusomad, serta pakar komunikasi Suko Widodo.
Dalam paparannya, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Pemprov Jatim terus melakukan langkah antisipatif
untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
“Kami memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan lancar dan stok tetap aman,
sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam memenuhi kebutuhan energi,” ujarnya.
Selain membahas sektor energi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan insan pers.
Khofifah menilai peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan menenangkan masyarakat, khususnya terkait isu-isu strategis.
Suasana keakraban semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara jajaran Pemprov Jatim dan para wartawan.
Ketua Wartawan Pokja Grahadi, Fatimatuz Zahro, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Ia menilai diskusi energi yang digelar sangat membantu insan pers dalam memahami kondisi riil di lapangan, khususnya terkait ketersediaan BBM dan LPG.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan media semakin kuat
“dalam mendukung penyebaran informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur.(Red)

