Kawanindonesia.web.id.// Pemerintah Kota Surakarta mulai menyiapkan rencana revitalisasi rumah masa kecil Pahlawan Nasional Brigjen Slamet Riyadi untuk dijadikan museum sejarah.
Langkah ini dilakukan untuk melestarikan nilai perjuangan sekaligus mengedukasi generasi muda tentang sejarah lokal Kota Solo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Murtono, bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi rumah bersejarah tersebut pada Selasa (28/04/2026) pukul 10.00 WIB.
Ia didampingi Danramil 03 Serengan Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo S.Sos, Kepala Dinas PUPR Kota Surakarta Nur Basuki,
Danramil 02 Banjarsari Kapten Inf Mulyono, serta Ketua Perkasa Pelda Mukhtar.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi bangunan rumah joglo yang menjadi tempat tumbuh Brigjen Slamet Riyadi.
Pemerintah menemukan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan serius,
seperti kayu yang lapuk, plafon anyaman bambu yang mengelupas, serta atap yang bocor saat hujan turun.
Sekda Murtono menyatakan bahwa pemerintah segera mendorong revitalisasi bangunan tersebut karena memiliki nilai sejarah tinggi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengusulkan anggaran perbaikan agar rumah tersebut dapat difungsikan sebagai museum.
“Kami meninjau langsung kondisi rumah dan mendorong revitalisasi agar rumah ini bisa menjadi museum sejarah,” ujar
Murtono.Danramil 03 Serengan Kapten Cba Tri Rusman Prasetyo S.Sos menjelaskan bahwa rumah tersebut terakhir kali mengalami perbaikan pada tahun 1937.
Ia menyebutkan bahwa kondisi bangunan saat ini sudah sangat memprihatinkan karena belum tersentuh renovasi selama hampir 90 tahun.
Meski demikian, rumah tersebut masih terawat secara sederhana oleh keluarga kerabat Slamet Riyadi dan dimanfaatkan warga sekitar untuk kegiatan sosial seperti posyandu.
Pemerintah Kota Surakarta juga berencana mengkaji status bangunan tersebut sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) bersama instansi terkait.
Kajian ini dilakukan untuk memastikan proses pelestarian berjalan sesuai aturan dan ketentuan hukum.
Sekda menegaskan bahwa rumah tersebut tidak hanya menjadi bangunan bersejarah,
tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi perjuangan Slamet Riyadi bagi masyarakat dan generasi muda.
“Rumah ini harus kita jaga bersama karena memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa,” tambahnya.
Dengan rencana revitalisasi ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap rumah masa kecil Brigjen Slamet Riyadi
“dapat berubah menjadi museum sejarah yang representatif dan menjadi destinasi edukasi kebangsaan di Kota Solo.(Red)

