Jacob Ereste Soroti Fenomena Korupsi sebagai “Jalan Tol” Cepat Kaya di Indonesia

Kawanindonesia.web.id – Budayawan dan pengamat sosial Jacob Ereste menyoroti semakin menguatnya fenomena korupsi yang, menurutnya, telah menjadi “jalan tol” bagi sebagian orang untuk meraih kekayaan secara instan di Indonesia.

Ia menilai praktik tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga memicu lahirnya budaya korupsi yang terus menyebar di berbagai sektor.

Dalam pandangannya, masyarakat kini tidak lagi memandang jalan pintas menuju kekayaan melalui mitos atau pesugihan.

Sebaliknya, korupsi justru dianggap sebagai cara tercepat untuk mengumpulkan harta.

Jacob menyebut kondisi itu semakin memprihatinkan ketika dugaan praktik korupsi juga menyeret oknum aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Jacob menegaskan bahwa dampak korupsi tidak berhenti pada kerugian keuangan negara.

Menurutnya, korupsi juga menumbuhkan anggapan bahwa tindakan tersebut merupakan hal yang lumrah sehingga mendorong pihak lain melakukan perbuatan serupa ketika memiliki kesempatan.

Ia menjelaskan, dana yang dihimpun pemerintah semestinya kembali kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, subsidi, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan.

Namun, ia menilai berbagai proyek pemerintah justru kerap menjadi sasaran penyimpangan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Praktik korupsi bisa muncul sejak proses perencanaan proyek, penganggaran, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, hingga tahap serah terima hasil pembangunan,” ujar Jacob dalam pandangan tertulisnya.

Jacob juga mengkritik budaya transaksional yang, menurutnya, masih melekat dalam dunia usaha dan birokrasi.

Ia menyinggung istilah-istilah seperti “sudah sama-sama tahu”, “cincai”, hingga praktik “uang pelicin” yang dinilai masih dianggap sebagai cara untuk memperlancar berbagai urusan.

Di bidang politik, Jacob melihat pola serupa masih berlangsung,Ia menyebut berbagai program publik yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat tidak jarang menjadi sasaran kepentingan kelompok tertentu apabila pengawasan tidak berjalan secara efektif.

Lebih jauh, Jacob menilai maraknya praktik korupsi menjadi ironi bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara religius.

Ia mengingatkan bahwa pembenaran terhadap tindakan korupsi hanya akan mempercepat kemerosotan moral bangsa.

Sebagai penutup, Jacob mengutip pesan pujangga Jawa Raden Mas Ronggowarsito tentang “zaman edan” sebagai refleksi atas kondisi bangsa saat ini.

Menurutnya, Indonesia harus segera memperkuat integritas, penegakan hukum, dan pengawasan agar budaya korupsi tidak terus berkembang serta menghambat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Jacob Ereste di Banten pada 12 Juli 2026 dan menjadi refleksi atas tantangan pemberantasan korupsi yang masih dihadapi Indonesia.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait