Kawanindonesia.web.id – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menggelar Pawai Budaya Islami untuk menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan Muharram sekaligus sarana memperkuat syiar Islam dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
Pawai yang dimulai dari Lapangan Tawangsari Barat sejak pukul 07.00 WIB itu diikuti sekitar 400 peserta yang tergabung dalam 12 kelompok.
Meski waktu persiapan dan sosialisasi berlangsung kurang dari tiga pekan, antusiasme masyarakat tetap tinggi.
Warga dari berbagai kalangan turut ambil bagian dengan menampilkan beragam kreativitas bernuansa Islami.
Para peserta menempuh rute sekitar satu kilometer dengan berjalan kaki.Sepanjang perjalanan, masyarakat bersama pengurus RT dan RW memberikan sambutan hangat sehingga suasana pawai berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.Ketua Panitia, Ali Shoim, mengaku bersyukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Pawai Budaya Islami tahun ini.“Kami telah melakukan sosialisasi secara maksimal meski waktu yang tersedia cukup singkat.
Alhamdulillah, respons masyarakat sangat luar biasa dan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan melebihi harapan kami,” ujarnya.
Selain menjadi ajang syiar Islam, panitia juga menggelar penilaian terhadap kreativitas setiap kelompok peserta.
Tim juri melakukan penilaian secara objektif melalui rapat pleno untuk memastikan hasil perlombaan berlangsung adil, independen, dan transparan.
Berdasarkan hasil penilaian, Muslimat 2 Tawangsari berhasil meraih Juara I dengan nilai 680 poin.Remaja Masjid Al Muttaqin menempati posisi Juara II dengan 665 poin, disusul Al Hasyimi 2 sebagai Juara III dengan 635 poin.
Sementara itu, Al Hasyimi meraih Juara Harapan I dengan 620 poin dan TOQ Miftahul Jannah memperoleh Juara Harapan II dengan 575 poin.Ketua PRNU Tawangsari, Ustadz Kasdi, berharap Pawai Budaya Islami dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung secara istiqamah sehingga menjadi media syiar Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat,” katanya.
Ketua MWC NU Kecamatan Taman turut memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.Ia menilai PRNU Tawangsari berhasil menghadirkan kegiatan yang mampu membangun semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap tradisi Islam.
Menurutnya, rangkaian peringatan Muharram akan dilanjutkan dengan doa bersama dan santunan kepada anak yatim.
Ia berharap kegiatan yang telah dilaksanakan PRNU Tawangsari dapat menjadi inspirasi bagi ranting NU lainnya di Kecamatan Taman untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pawai Budaya Islami berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Panitia berkomitmen menyelenggarakan kegiatan yang lebih meriah pada peringatan Tahun Baru Islam di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk penguatan syiar Islam dan kebersamaan warga.(Geng)

