Jacob Ereste: Spiritualitas Kunci Memperbaiki Carut Marut Bangsa Indonesia

Kawanindonesia.web.id – Pengamat sosial dan budayawan Jacob Ereste menilai penguatan spiritualitas menjadi kunci penting untuk memperbaiki berbagai persoalan yang membelit kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Menurutnya, kecerdasan spiritual harus menjadi fondasi dalam membangun etika, moral, dan akhlak mulia di seluruh lapisan masyarakat.

Dalam pernyataannya di Banten, Rabu (8/7/2026), Jacob Ereste mengatakan bangsa Indonesia memerlukan kebangkitan nilai-nilai spiritual agar tidak terjebak pada perilaku yang hanya mengedepankan kepentingan materi dan kekuasaan.

Ia menilai seluruh elemen masyarakat, mulai dari masyarakat adat, generasi muda, aktivis, politisi, pengusaha hingga kalangan profesional, perlu memperdalam pemahaman spiritual sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.

Menurut Jacob, kecerdasan spiritual mampu memperkuat etika, moral, dan akhlak sehingga seseorang tidak mudah terjerumus pada perilaku munafik, culas, maupun pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Spiritualitas menjadi benteng yang menjaga manusia agar tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan sesaat,” ujarnya.

Jacob juga menyoroti berbagai persoalan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang menurutnya semakin sulit diselesaikan apabila hanya mengandalkan pendekatan formal.

Ia berpendapat berbagai krisis yang terjadi saat ini berakar pada melemahnya integritas moral dan lunturnya kesadaran spiritual dalam kehidupan berbangsa.

Ia mengingatkan bahwa para aktivis, pemimpin, maupun penyelenggara negara harus menjaga amanah yang diberikan masyarakat dengan menjunjung tinggi etika serta tanggung jawab moral.

Menurutnya, pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat sering kali muncul ketika nilai-nilai spiritual mulai diabaikan.Dalam pandangannya, Indonesia memiliki kekayaan nilai budaya yang diwariskan para leluhur sebagai pedoman hidup.

Jacob mencontohkan falsafah piil pesenggiri dari masyarakat Lampung dan nilai siri’ dalam budaya Bugis sebagai bentuk kearifan lokal yang mengajarkan harga diri, kehormatan, serta tanggung jawab terhadap sesama.

Ia menilai nilai-nilai tersebut perlu terus dirawat di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang membawa perubahan sangat cepat.

Tanpa landasan spiritual yang kuat, masyarakat dinilai rentan kehilangan arah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.Jacob juga mengutip pemikiran pujangga Ronggowarsito mengenai konsep “zaman edan”

sebagai pengingat agar masyarakat tetap berpegang pada prinsip dan tidak larut dalam berbagai penyimpangan yang berkembang di lingkungan sosial.

Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa pembenahan kondisi bangsa tidak cukup dilakukan melalui pendekatan politik, ekonomi, maupun penegakan hukum semata.

Menurutnya, seluruh upaya tersebut harus dibarengi dengan pembinaan spiritual yang mampu membangun kesadaran, kejujuran, serta tanggung jawab moral setiap individu.

Sebagai bagian dari refleksi tersebut, Jacob mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat nilai-nilai luhur, memperbaiki hubungan antar sesama,

menjaga lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran sebagai khalifah di bumi yang bertugas merawat kehidupan.

Ia berharap penguatan spiritualitas dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa sehingga Indonesia mampu membangun kehidupan yang lebih berkeadilan, berintegritas, dan bermartabat di masa mendatang.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait