Kawanindonesia.web.id – Pengamat sosial dan penulis Jacob Ereste menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh mengabaikan suara rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan.
Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan pemerintahan yang sehat, adil, dan berpihak kepada kepentingan publik.
Dalam tulisannya bertajuk Kritik Pawang Ular yang Diminta Menjinakkan Raungan Tawon,
“Jacob Ereste menyoroti pentingnya sikap terbuka terhadap kritik sebagaimana dicontohkan oleh Umar bin Khattab yang dikenal menerima saran dan koreksi demi kepentingan rakyat.
Ia menilai pemimpin yang bijak seharusnya tidak alergi terhadap kritik, meskipun disampaikan dengan keras.
Sebab, kritik merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan agar kebijakan yang dijalankan tetap berada pada jalur yang benar.
“Pemerintah harus memahami bahwa kritik bukan ancaman, melainkan bentuk pengawasan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” tulis Jacob Ereste dalam pandangannya.
Jacob Ereste juga menyoroti fenomena “no viral no justice” yang menurutnya muncul akibat banyaknya suara masyarakat yang tidak mendapat perhatian.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih menyuarakan kritik secara lebih keras agar mendapatkan respons dari pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Selain itu, ia menyinggung persoalan beban ekonomi masyarakat akibat berbagai pungutan dan biaya administrasi yang dinilai semakin memberatkan rakyat.
Menurutnya, pemerintah perlu lebih peka terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat agar tidak menimbulkan kekecewaan publik.
Dalam tulisannya, Jacob Ereste turut mengkritik praktik penegakan hukum yang dianggap masih tebang pilih.
Ia mengingatkan bahwa ketidakadilan hukum dapat memicu frustrasi sosial dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Ia juga menekankan pentingnya reformasi institusi, termasuk reformasi Polri,
agar mampu menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan hukum yang lebih adil, transparan, dan profesional.
Jacob Ereste berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mau membuka ruang dialog dengan masyarakat
serta menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi demi terciptanya pemerintahan yang lebih baik dan berpihak kepada rakyat.(Kontributor banten yacob)

