Kawanindonesia.web id — Pemerintah Kota Palu menata ulang kawasan Lapangan Vatulemo untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ruang publik dan aktivitas ekonomi warga.
Langkah ini ditandai dengan pembersihan total kawasan pada Selasa, 5 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya perawatan berkala.
Wali Kota Hadianto Rasyid menegaskan bahwa penataan Vatulemo bukan sekadar urusan kebersihan,
tetapi bagian dari strategi menjaga kualitas ruang publik yang kini menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Ia menyebut, kawasan tersebut telah berkembang menjadi titik temu warga sekaligus pusat perputaran ekonomi mikro.
“Vatulemo harus tetap bersih, tertib, dan nyaman. Kami ingin ruang ini tetap hidup tanpa kehilangan kualitasnya,” ujar Hadianto.
Pemkot mencatat, ratusan pelaku UMKM menggantungkan aktivitasnya di kawasan tersebut setiap hari.
Lapak kuliner, pedagang kaki lima, hingga pelaku jasa pendukung memanfaatkan keramaian Vatulemo sebagai sumber penghasilan.
Aktivitas ini turut mendorong perputaran ekonomi lokal dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, tingginya intensitas kegiatan juga memunculkan sejumlah persoalan.
Pemerintah menemukan peningkatan volume sampah, kepadatan pengunjung, serta potensi penurunan kualitas fasilitas umum.
Karena itu, Pemkot mengambil langkah tegas dengan melakukan penataan dan pembersihan menyeluruh.
Kepala dinas terkait menjelaskan, pembersihan dilakukan secara terencana untuk memastikan kawasan tetap layak digunakan dalam jangka panjang.
Pemerintah juga akan memperkuat pengawasan serta menata kembali zona aktivitas agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.
“Kami tidak menghentikan aktivitas ekonomi, tetapi mengaturnya agar lebih tertib dan berkelanjutan,” katanya.
Selain pembersihan, Pemkot juga menyiapkan skema penataan lanjutan, termasuk pengaturan lapak, pengelolaan sampah terpadu,
serta peningkatan fasilitas publik. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kenyamanan warga.
Pengamat kebijakan publik menilai, langkah Pemkot Palu menunjukkan pergeseran pendekatan dari reaktif ke preventif.
Pemerintah tidak lagi menunggu masalah membesar, tetapi langsung melakukan intervensi untuk menjaga kualitas ruang publik.
Ke depan, tantangan utama yang dihadapi adalah mengendalikan pertumbuhan aktivitas tanpa menghambat ekonomi warga.
Pemerintah dituntut mampu menjaga fungsi Vatulemo sebagai ruang publik yang inklusif sekaligus produktif.
Dengan penataan yang konsisten, Pemkot Palu berharap Vatulemo tetap menjadi ikon kota yang tidak hanya ramai, tetapi juga tertib, bersih, dan berkelanjutan.(C)

