Hamas Minta Dunia Internasional Tekan Israel atas Dugaan Kekerasan di Penjara Damon

Kawanindonesia.web.id // Gerakan Perjuangan Islam (Hamas) meminta dunia internasional untuk memberikan tekanan kepada Israel terkait dugaan kekerasan terhadap tahanan perempuan Palestina di Penjara Damon.

Hamas menyuarakan desakan tersebut setelah menerima laporan yang mereka sebut menunjukkan adanya peningkatan tindakan represif di fasilitas penahanan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menuduh pihak pengelola penjara melakukan berbagai tindakan kekerasan terhadap tahanan perempuan,

“termasuk pengikatan, isolasi, serta perlakuan fisik yang mereka anggap tidak manusiawi.

Hamas menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Hamas juga mengutip kesaksian yang mereka sebut berasal dari lingkungan tahanan,

“yang menggambarkan kondisi penahanan yang keras dan memburuk.

Berdasarkan informasi tersebut, Hamas menyerukan agar lembaga internasional segera turun tangan dan melakukan investigasi independen.

Selain itu, Hamas meminta organisasi hak asasi manusia, kelompok perempuan,

serta lembaga hukum internasional untuk meningkatkan tekanan politik dan diplomatik terhadap Israel.

Mereka menegaskan bahwa upaya kolektif diperlukan untuk melindungi hak-hak tahanan perempuan Palestina.

Hamas menegaskan bahwa isu tahanan tidak boleh diabaikan dan mendesak adanya langkah nyata dari komunitas internasional untuk menghentikan dugaan pelanggaran yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Israel belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan dan tuduhan yang disampaikan oleh Hamas tersebut.(Red)

Berita Terkait