Kawanindonesia.id Terbaru mengenai kekuatan militer Iran kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul analisis tentang jaringan pangkalan rudal bawah tanah yang disebut sangat sulit dihancurkan.
Sistem pertahanan ini dikenal luas sebagai “missile cities” atau kota rudal bawah tanah yang tersebar di berbagai wilayah.
Sejumlah laporan menyebut Iran telah membangun puluhan fasilitas bawah tanah selama bertahun-tahun dengan memanfaatkan struktur pegunungan dan batuan keras.
Pangkalan ini dirancang untuk menyimpan sekaligus meluncurkan rudal balistik secara tersembunyi, sehingga sulit dideteksi dan dihancurkan melalui serangan udara.
digital-shield.euAnalis militer menilai kekuatan utama jaringan ini terletak pada desainnya yang kompleks.
Terowongan panjang, pintu keluar ganda, serta sistem perlindungan berlapis membuat fasilitas tersebut tetap operasional meskipun mengalami serangan.
Bahkan, beberapa pangkalan disebut mampu meluncurkan rudal secara tiba-tiba dari dalam tanah tanpa harus membuka akses besar ke permukaan.
Di tengah konflik kawasan, laporan intelijen menunjukkan bahwa sebagian besar kemampuan rudal Iran masih bertahan berkat perlindungan bunker bawah tanah.
Meski serangan udara telah menghantam berbagai fasilitas militer, banyak persenjataan dilaporkan tetap tersimpan atau tersembunyi di dalam jaringan terowongan tersebut.
sejumlah pengamat juga menyoroti bahwa kekuatan ini bukan tanpa kelemahan.
Serangan modern cenderung menargetkan pintu masuk bunker, jalur logistik, serta peluncur rudal saat keluar dari fasilitas.
Strategi ini dinilai efektif untuk membatasi kemampuan operasional tanpa harus menghancurkan seluruh struktur bawah tanah.
Selain itu, perkembangan teknologi pengintaian satelit dan drone membuat lokasi pangkalan bawah tanah semakin mudah dipantau.
Serangan terhadap fasilitas permukaan seperti akses terowongan dan infrastruktur pendukung terbukti mampu mengganggu aktivitas peluncuran rudal, meskipun bagian terdalam bunker tetap relatif aman.
Para analis menilai, perdebatan mengenai “ketahanan bunker” juga tidak lepas dari strategi psikologis dalam perang modern.
Narasi kekuatan bawah tanah dapat memperkuat citra pertahanan suatu negara sekaligus menciptakan efek gentar terhadap lawan.Dengan demikian,
sorotan terhadap 31 pangkalan rudal bawah tanah Iran tidak hanya mencerminkan kekuatan militer semata,
tetapi juga menggambarkan kompleksitas perang modern yang melibatkan teknologi, strategi, dan informasi secara bersamaan.(Red)

