Keterangan foto:Tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan.
Kawanindonesia.id — Konflik di Lebanon selatan kembali memanas dan menelan korban dari pasukan penjaga perdamaian. Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan gugur saat menjalankan misi bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Peristiwa tragis tersebut terjadi dalam dua insiden terpisah di wilayah perbatasan Lebanon selatan yang berbatasan langsung dengan Israel—kawasan yang saat ini menjadi titik panas konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.
Menanggapi insiden itu, Israel Defense Forces (IDF) langsung mengeluarkan pernyataan resmi.
IDF menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami sedang meninjau insiden ini secara menyeluruh untuk mengklarifikasi situasi dan menentukan apakah insiden tersebut berkaitan dengan aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF,” demikian pernyataan resmi IDF.
IDF juga meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab.
Mereka menekankan bahwa lokasi kejadian merupakan area pertempuran aktif yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi semua pihak, termasuk pasukan penjaga perdamaian PBB.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, memastikan bahwa ketiga prajurit yang gugur merupakan bagian dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis XXIII-S/UNIFIL.
Ia menyebut insiden tersebut terjadi dalam rentang waktu 24 jam terakhir.Selain korban jiwa, tiga prajurit lainnya mengalami luka berat.
Tim medis segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan penanganan intensif.
Pihak TNI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para prajurit yang sedang menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
TNI juga terus berkoordinasi dengan pihak PBB dan otoritas terkait untuk memastikan penanganan korban serta perkembangan situasi di lapangan.
Insiden ini kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi pasukan UNIFIL di tengah eskalasi konflik yang belum mereda di kawasan tersebut.
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat dan berdampak langsung pada stabilitas keamanan di Lebanon selatan.(Red)
dikutip NesTv

