Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Amankan Barang Tertinggal Senilai Rp138 Juta

Keterangan foto:Petugas KAI Daop 8 Surabaya mengamankan barang tertinggal pelanggan selama masa mudik Lebaran 2026.

Kawanindonesia.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mengoptimalkan layanan selama masa mudik Lebaran 2026 dengan mengamankan ratusan barang milik pelanggan yang tertinggal di stasiun maupun di dalam kereta.

Total nilai barang temuan tersebut mencapai Rp138 juta.


Selama periode 11 hingga 27 Maret 2026, petugas KAI Daop 8 Surabaya menemukan dan mengamankan sebanyak 233 barang.

Jumlah ini meningkat dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya yang mencatat 107 barang tertinggal.


Dari total barang temuan tersebut, petugas berhasil mengembalikan 51 barang kepada pemiliknya.

KAI menilai capaian ini sebagai bukti meningkatnya kualitas layanan serta kesigapan petugas di lapangan.


Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa pihaknya terus menjaga kepercayaan pelanggan melalui layanan yang cepat dan responsif.


“Kami memastikan setiap laporan kehilangan kami tindak lanjuti dengan cepat dan tepat.

Petugas kami bekerja maksimal agar barang pelanggan dapat segera ditemukan dan dikembalikan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).


KAI menyediakan layanan Lost and Found bagi pelanggan yang mengalami kehilangan barang. Pelanggan dapat melaporkan melalui kondektur, petugas pengamanan (Polsuska), maupun KAI Contact Center 121.


Setelah menerima laporan, petugas langsung menelusuri lokasi terakhir keberadaan barang berdasarkan keterangan pelanggan.

Jika barang ditemukan dalam waktu singkat, petugas segera mengembalikannya.

Namun, jika proses pencarian membutuhkan waktu lebih lama, pelanggan tetap menerima informasi perkembangan secara berkala.


KAI Daop 8 Surabaya menyimpan barang temuan di pos pengamanan yang berada di sejumlah stasiun utama, seperti Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang.

Pelanggan wajib menunjukkan identitas diri saat mengambil barang sebagai bentuk verifikasi kepemilikan.


Petugas juga mencatat setiap barang temuan dalam sistem database nasional yang terintegrasi,

sehingga memudahkan pelacakan di seluruh wilayah operasional KAI.

Selain itu, KAI mengumumkan informasi barang temuan melalui pengeras suara di stasiun maupun di dalam kereta.


Untuk menjaga kebersihan, KAI menerapkan kebijakan pemusnahan terhadap makanan olahan yang tidak diambil dalam waktu lebih dari 1×24 jam.


KAI Daop 8 Surabaya mengimbau pelanggan untuk selalu memperhatikan barang bawaan selama perjalanan mudik.


“Kami mengajak seluruh pelanggan agar lebih waspada dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal demi kenyamanan perjalanan,” tutup Mahendro.


Melalui peningkatan layanan ini, KAI Daop 8 Surabaya terus berkomitmen menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat.(Bgs)

Berita Terkait