SPAM Intake Sungai Tabuk Jadi Andalan PAM Intan Banjar Hadapi Musim Kemarau

Keterangan foto: SPAM Intake Sungai Tabuk menjadi andalan PAM Intan Banjar menjaga pasokan air selama musim kemarau.

Kawanindonesia.web.id— PAM Intan Banjar mengandalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Intake Sungai Tabuk untuk menjaga kelancaran pasokan air kepada pelanggan di tengah musim kemarau yang melanda Kalimantan Selatan.


Kepala Cabang Manarap PAM Intan Banjar, Alimudin, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sebelum musim kemarau berlangsung. Salah satunya dengan membangun SPAM Intake Sungai Tabuk.


Menurut Alimudin, PAM Intan Banjar mulai menyiapkan fasilitas tersebut sekitar enam bulan sebelum memasuki musim kemarau. Pihaknya kemudian mengoperasikan SPAM Intake Sungai Tabuk pada 25 Agustus 2026.


“Enam bulan sebelum kemarau tiba, kami sudah mengantisipasi dengan pembangunan SPAM Intake Sungai Tabuk dan per tanggal 25 Agustus 2026 sudah kita operasionalkan dengan minimal kebutuhan,” kata Alimudin saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).


Fasilitas tersebut memiliki kapasitas mencapai 100 liter per detik (LPS). Saat ini, PAM Intan Banjar memanfaatkan sekitar 60 hingga 80 LPS untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.


Dengan kapasitas tersebut, perusahaan masih memiliki cadangan sekitar 30 LPS. Cadangan ini menjadi salah satu upaya PAM Intan Banjar untuk menjaga kontinuitas distribusi air selama musim kemarau.


“Jadi kita masih ada spare capacity sekitar 30 LPS. Mudah-mudahan ini bisa bertahan sampai dua sampai tiga tahun akan datang. Artinya, kalau terjadi kemarau yang akan datang, mudah-mudahan ini tidak menjadi masalah,” ujarnya.


Alimudin menyebut kondisi pelayanan air kepada pelanggan PAM Intan Banjar hingga saat ini masih berjalan normal.

Pasokan air tetap mengalir ke sejumlah wilayah pelayanan yang berada di sekitar Sungai Tabuk dan daerah lainnya.


Ia mengatakan PAM Intan Banjar masih mampu mengamankan pelayanan pelanggan di Sungai Tabuk dan sekitarnya, termasuk Martapura, Sungai Batang, serta Sungai Lulut.


“Alhamdulillah, PAM Intan Banjar saat ini airnya tidak ada masalah mengalir kepada pelanggan,” katanya.


PAM Intan Banjar melayani kebutuhan pelanggan yang jumlahnya mencapai sekitar 6.000 hingga 8.000 sambungan rumah di wilayah tersebut.

Perusahaan terus mengoptimalkan sumber air dan kapasitas yang tersedia agar distribusi tetap berjalan selama musim kemarau.


Keberadaan SPAM Intake Sungai Tabuk juga memberikan ruang bagi PAM Intan Banjar untuk mengantisipasi perubahan kondisi sumber air.

Dengan kapasitas yang masih tersisa, perusahaan memiliki cadangan pasokan ketika kebutuhan meningkat atau kemarau berlangsung lebih lama.


Alimudin berharap langkah antisipasi tersebut dapat menjaga pelayanan kepada masyarakat hingga musim kemarau berakhir.

Ia juga berharap perusahaan air minum lainnya yang menghadapi kendala serupa dapat segera menemukan solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.


“Mudah-mudahan teman-teman PAM kita yang lain mendapatkan jalan keluarnya,” tuturnya.


PAM Intan Banjar kini terus memanfaatkan SPAM Intake Sungai Tabuk sebagai salah satu penopang utama distribusi air.

Persiapan infrastruktur dan ketersediaan kapasitas cadangan menjadi bagian penting dalam menjaga pelayanan air minum kepada masyarakat di tengah ancaman kemarau.(Red)

Berita Terkait