Papan Informasi Tak Terlihat di Proyek SDN 140 Tarutung Julu, Publik Minta Transparansi

Kawanindonesia.web.id – Proyek revitalisasi SD Negeri 140 Tarutung Julu, Desa Batang Gadis Jae, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal, menjadi sorotan setelah papan informasi proyek tidak terlihat di lokasi.


Proyek tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp1,2 miliar lebih dan menggunakan anggaran pemerintah.

Ketiadaan papan informasi membuat masyarakat kesulitan memperoleh informasi dasar mengenai pekerjaan yang sedang berlangsung.


Saat wartawan melakukan konfirmasi ke lokasi, Kepala SDN 140 Tarutung Julu menyampaikan bahwa papan informasi sebelumnya berada di sekolah. Namun, papan tersebut kemudian tidak lagi terlihat.


“Terbang gara-gara angin,” ujar Kepala Sekolah saat ditanya mengenai keberadaan papan informasi tersebut.


Wartawan kemudian meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi papan dan langkah yang dilakukan setelah papan tidak berada di lokasi.

Namun, Kepala Sekolah tidak memberikan penjelasan secara rinci.


Progres Pekerjaan Disebut Sekitar 5 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah menyebut progres pembangunan fisik proyek saat ini sekitar 5 persen.

Ia juga menyebut progres nonfisik berada di kisaran 5 persen.
Terkait jadwal pekerjaan, pihak sekolah menyebut rencana awal pekerjaan berlangsung hingga awal September.

Namun, pelaksana menargetkan pekerjaan selesai pada Agustus.
“Rencana awal awal September, tapi ditargetkan selesai Agustus ini,” katanya.


Informasi mengenai progres tersebut masih membutuhkan verifikasi dari pihak teknis yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap pekerjaan.


P2SP Disebut Bekerja Berdasarkan RAB
Kepala Sekolah menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan oleh P2SP mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disetujui oleh kementerian.


“Kami pihak P2SP hanya bekerja sesuai dengan RAB yang tertera, yang telah disetujui dengan pihak kementerian,” ujarnya.


Media juga mengajukan pertanyaan mengenai sejumlah fasilitas pendukung pekerjaan, antara lain ruang kerja P2SP, gudang material, fasilitas pekerja, ketersediaan air, listrik, drainase, pagar pengaman, pengawasan teknis, hingga dokumen pendukung proyek.


Namun, pihak sekolah hanya memberikan jawaban terhadap sebagian pertanyaan tersebut. Sejumlah informasi lain masih membutuhkan penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan.


Proyek Gunakan Listrik Sekolah
Mengenai kebutuhan listrik, Kepala Sekolah menyatakan pihak proyek tidak menggunakan genset.

Menurut dia, kebutuhan daya proyek tidak terlalu besar sehingga pelaksana menggunakan listrik dari sekolah.


“Untuk penggunaan listrik karena di sini tidak terlalu besar menggunakan arus listrik, ya kami pergunakan dari sekolah, bukan genset,” katanya.


Pihak sekolah belum menjelaskan secara rinci kapasitas daya yang digunakan maupun mekanisme penggunaan listrik sekolah untuk mendukung kegiatan proyek.


Publik Minta Informasi Proyek Terbuka
Ketiadaan papan informasi menjadi perhatian karena papan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengetahui informasi dasar pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah.


Informasi seperti nilai pekerjaan, sumber anggaran, pelaksana, waktu pelaksanaan, serta target pekerjaan penting bagi masyarakat untuk mengetahui dan mengawasi proyek di lingkungan mereka.


Publik juga meminta pihak terkait memastikan informasi proyek dapat diakses dengan mudah selama pekerjaan berlangsung.


Meski demikian, pemberitaan ini tidak menyimpulkan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek. Keterangan mengenai papan informasi dan kondisi pekerjaan berdasarkan hasil konfirmasi di lapangan masih memerlukan penjelasan serta verifikasi dari pihak terkait.


Klarifikasi Pihak Berwenang Dibutuhkan
Sejumlah hal yang belum terjawab, terutama keberadaan papan informasi, fasilitas pendukung, dokumentasi pekerjaan, serta kesesuaian progres fisik dengan target proyek, masih membutuhkan klarifikasi dari pihak yang berwenang.


Konfirmasi kepada kementerian, pendamping teknis, konsultan, pengawas, dan pihak terkait lainnya diperlukan agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan revitalisasi SDN 140 Tarutung Julu.


Proyek yang menggunakan anggaran negara perlu berjalan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga memiliki kepentingan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan serta memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.


Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait apabila terdapat informasi dalam pemberitaan yang perlu diluruskan.
(Magrifatulloh)

Berita Terkait