Hadapi Ancaman Siber, Kominfo Jatim dan RSSA Malang Perkuat Tata Kelola Data Digital

Kawanindonesia.web.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur bersama RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang memperkuat tata kelola data digital untuk menghadapi potensi gangguan dan serangan siber.

Kedua pihak membahas penguatan keamanan data, implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE), pengelolaan data, hingga sistem pencadangan dan pemulihan bencana atau disaster recovery.

Pembahasan berlangsung dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Kahuripan RSSA Malang, Jumat (7/8/2026).

Kepala Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin mengatakan, keamanan data menjadi bagian penting dalam transformasi digital.

Menurutnya, rumah sakit tetap memegang tanggung jawab terhadap seluruh data yang mereka kelola sebagai pengendali data, meskipun rumah sakit menggunakan jasa pihak ketiga.

“Semua data dan informasi yang diambil oleh Rumah Sakit Saiful Anwar menjadi tanggung jawab rumah sakit sebagai pengendali data.

Karena itu, dalam kerja sama dengan pihak ketiga harus ada Non-Disclosure Agreement (NDA) yang mengatur pengembalian maupun pemusnahan data setelah kontrak berakhir,” ujar Sherlita.

Ia menegaskan, Kominfo Jatim siap memberikan pendampingan kepada RSSA untuk memperkuat sistem pengelolaan dan perlindungan data.

Kominfo Jatim juga menyediakan fasilitas backup server di Batam dan layanan cloud yang dapat rumah sakit manfaatkan untuk menjaga keberlangsungan layanan digital.

“Kami siap membantu. Rumah sakit dapat memanfaatkan fasilitas backup yang sudah kami siapkan. Yang terpenting adalah memastikan data tetap aman dan layanan tetap berjalan apabila terjadi gangguan maupun serangan siber,” katanya.

Sherlita menilai sistem pencadangan data memiliki peran penting dalam menjaga operasional layanan.

Menurutnya, setiap instansi perlu memiliki sistem disaster recovery yang dapat memulihkan layanan ketika terjadi gangguan.

Ia mencontohkan pengalaman salah satu perangkat daerah di Jawa Timur yang pernah mengalami serangan siber hingga seluruh server terdampak.

Kondisi tersebut menjadi pelajaran agar instansi tidak mengandalkan satu sistem penyimpanan tanpa menyiapkan cadangan dan mekanisme pemulihan.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA Malang Dr. Kurniawan Hary Putranto mengatakan, pihaknya juga mendorong penerapan TTE untuk mempercepat proses administrasi, khususnya pengadaan barang dan jasa.

“Yang ingin kami percepat adalah proses pengadaan barang dan jasa. Titik krusialnya sering kali berada pada proses tanda tangan.

Ada kalanya pejabat yang harus menandatangani sedang berada di luar daerah bahkan di luar negeri sehingga proses administrasi menjadi tertunda,” ujar Kurniawan.

Menurutnya, penerapan TTE dapat mempercepat proses penandatanganan dokumen sekaligus mendukung efisiensi administrasi rumah sakit.

RSSA juga tetap memperhatikan keamanan data dalam setiap kerja sama dengan pihak ketiga.Kurniawan menyambut baik dukungan Kominfo Jatim dalam penyediaan fasilitas backup data dan penguatan infrastruktur teknologi informasi.

Ia menjelaskan bahwa sebagian data Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSSA saat ini telah memanfaatkan fasilitas cloud yang Kominfo Jatim fasilitasi.

Ke depan, RSSA akan menghitung kebutuhan kapasitas penyimpanan, jaringan internet, dan pengembangan infrastruktur teknologi informasi.

Rumah sakit akan menyesuaikan kebutuhan tersebut agar seluruh sistem digital dapat berjalan lebih optimal.

Kolaborasi Kominfo Jatim dan RSSA Malang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan serta keberlangsungan layanan digital rumah sakit.

Melalui penguatan tata kelola data, penerapan TTE, penyediaan backup, dan sistem disaster recovery, kedua pihak berharap layanan digital RSSA tetap aman dan dapat berjalan ketika menghadapi gangguan maupun ancaman siber.(Bagas)

Berita Terkait