Warga Grobogan Keluhkan Pesanan COD Tak Sesuai, Galery Bunda Elsa 05 Diminta Klarifikasi

Keterangan Foto: Warga Grobogan menunjukkan barang yang diterima dari pesanan COD Galery Bunda Elsa 05.

Kawanindonesia.web.id— Seorang warga Kedusan, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berinisial UT mengeluhkan pesanan pakaian yang ia terima melalui sistem Cash on Delivery (COD).

Ia menyebut barang yang datang tidak sesuai dengan produk yang dipesannya secara online melalui Galery Bunda Elsa 05.


UT mengaku tertarik membeli produk setelah melihat promosi pakaian yang ditawarkan secara online. Ia kemudian memesan dress brukat ukuran XXL dan set hijab warna hitam dengan harga promo Rp125.000.


Saat melakukan pemesanan, UT memilih metode pembayaran COD. Setelah pesanan tiba di rumah, ia membayar Rp125.000 kepada kurir sebelum membuka paket tersebut.


Namun, UT mengaku menemukan pakaian wanita biasa yang berbeda dengan produk yang sebelumnya ia pesan.


“Saya pesan dress brukat ukuran XXL dan set hijab warna hitam. Setelah datang dan saya bayar Rp125.000, barang yang diterima ternyata bukan pesanan saya,” ujar UT.


UT kemudian mencoba menghubungi pihak Galery Bunda Elsa 05 untuk meminta penjelasan mengenai perbedaan barang tersebut. Ia mengaku sudah beberapa kali menelepon, tetapi belum mendapatkan respons dari pihak penjual.


Ia berharap pihak galeri segera memberikan penjelasan dan menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurut UT, konsumen berhak mendapatkan barang sesuai dengan pesanan yang telah disepakati.


Selain menyampaikan pengalaman yang dialaminya, UT juga mengaku menemukan sejumlah unggahan di media sosial, termasuk Facebook, yang berisi keluhan konsumen lain terkait barang pesanan yang disebut tidak sesuai.


Namun, informasi mengenai keluhan konsumen lain tersebut masih berdasarkan keterangan UT dan unggahan media sosial yang ia lihat.

Media belum memverifikasi secara independen mengenai jumlah konsumen maupun kebenaran masing-masing keluhan tersebut.


Keluhan UT juga tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran dari pihak Galery Bunda Elsa 05. Pihak penjual perlu mendapatkan ruang untuk memberikan penjelasan mengenai proses pemesanan, pengemasan, pengiriman, serta komunikasi dengan konsumen.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Galery Bunda Elsa 05 belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan UT.

Media masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak galeri agar pemberitaan dapat menyajikan informasi secara berimbang.


Jika pihak Galery Bunda Elsa 05 memberikan klarifikasi atau tanggapan, media akan memuatnya sebagai bagian dari perkembangan informasi terkait persoalan tersebut.(Zam)

Berita Terkait